Yusril akan Hadiri Konsolidasi Pemenangan PBB di Jatim

SURABAYA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan menyelenggarakan silaturrahim dan konsolidasi caleg pemenangan pemilu 2019.

Pembekalan calon legeslatif (caleg) DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota se-Jatim akan berlangsung selama dua hari di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu-Minggu, (24-25/11/2018) mendatang.

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dikabarkan akan menghadiri kegiatan konsolidasi pemenangan pemilu di Jawa Timur ini.

Guna menghadapi pemilu 2019 tahun depan PBB kini terus lakukan konsolidasi di seluruh tingkatan baik ditingkat kabupaten/kota maupun di tingkat Provinsi di seluruh Indonesia.

Sebelumnya DPW PBB Jawa Barat telah dengan sukses menggelar Rapat Akbar dan konsolidasi caleg se-Jawa Barat belum lama ini di Bandung. Yusril yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan pembekalan dan juga arahan kebijakan politik PBB menuju pemenangan pemilu 2019.

Baca : Ciptakan Kader Amanah dan Jujur, PBB Jatim Gelar Konsolidasi dan Pembekalan Caleg

Dihadapan Ribuan Kader dan Caleg PBB Jawa barat, Yusril menceritakan suka dan duka sejarah berdirinya partai dan masa kejayaan pada kepemimpinannya (1999-2004) hingga dua Priode kepemimpinan HMS Kaban (2004-2009 dan 2009-2014) hingga ia kembali lagi memimpin PBB (2014-2019) setelah PBB terpuruk selama 10 tahun belakangan ini.

Baca Juga:  Yusril Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019, Ini Komentar Kubu Prabowo

Baca : Habib Novel: PBB Akan Buat Munaslub untuk Lengserkan Yusril

Untuk itu, Yusril  mengatakan kepada Kader, sekarang Kita perlu menegaskan diri kita seperti apa? Nah ini tugas DPW, DPC dan tugas para caleg, katakana kepada rakyat PBB ini seperti apa? Kita ini Partai Islam, Iya. Tapi yang seperti apa Islam-nya. Ada PKB, ada PKS ada PPP ada PAN iya kita berada di sekmen Islam. Tapi ada di mana Kita, Kita jelas bukan kelompok garis keras, kita bukan kelompok teroris, jauh dari pada itu.

“Kita adalah kelompok yang Moderat, kita Mewarisi spirit Masyumi, kita yakini Islam adalah rahmatan lil alamin, kita trasfomasikan ajaran-ajaran Islam untuk menjawab persolan-persoalan masyarakat, persoalan-persoalan bangsa dan persolan-persolan Negara kita,” kata Yusril dalam orasinya di Hotel Horison, Bandung, Minggu (11/10/2018) lalu.

Baca : Yusril Blak-blakan Alasan Tinggalkan Prabowo-Sandi

Yusril menambahkan, dalam mentrasformasikan ajaran-ajaran Islam tentu melalui Ijtihad kita sebagai kader disertakan dengan memiliki intelektualitas yang memadai, jika para kader tidak memiliki Intelektual yang memadai maka kata Yusril, kader yang menjabat di legislatif maupun eksekutif akan sulit untuk mentasformasikan nilai-nilai islam tersebut kedalam hukum positif Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kita transform ajaran-ajaran Islam itu dan ketika kita transform, kita melakukan Ijtihad kita memerlukan kapasitas intelektual yang memadai. Kalau tidak ada intelektual yang memadai, kita tidak akan bisa mengtrasformasikan prinsip-prinsip Islam,” pungkas Yusril.

Baca Juga:  Laporan Kunjungan Yusril Ihza Mahendra Ke Dewan Da’wah, Siapkah Yusril Bela HRS?

Senada dengan Ketua Umum, Ketua DPW PBB Jatim H. Masduki menyatakan sebagai kader partai Islam, PBB sangat perlu menciptakan kader yang amanah, jujur dan cerdas dalam membaca setiap persoalan bangsa dan mampu memberikan solusi dalam menyelesaikan persoalan rakyat, khususnya Umat Islam dan umumnya masyarakat Indonesia.

“Sejak dulu, Partai Bulan Bintang adalah partai politik Islam yang terus berjuang secara bersama-sama dengan umat Islam Indonesia untuk membangun masyarakat dan bangsa Indonesia yang maju, mandiri, berkepribadian tinggi, cerdas, berkeadilan, demokratis dan turut menciptakan perdamaian dunia berdasarkan nilai-nilai Islam. Agar Misi yang berat ini bisa dilaksanakan dengan baik sehingga cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang Islami bisa terwujud,” ujar Masduki.

Masduki menjelaskan, perjuangan PBB dilakukan melalui parlemen maupun di luar parlemen. Walaupun kata Masduki, saat ini PBB tidak memiliki anggota legeslatif pusat, DPR RI, tetapi PBB masih memiliki beberapa kader yang menjadi anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“PBB tetap berjuang dan memberikan kontribusi dalam mengatasi masalah-masalah nasional maupun di daerah-daerah,” pungkasnya. (red/ak/beng).