Warga Binaan Semakin Religius, Masjid Lapas Surabaya Diperluas

SIDOARJO – Minat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) muslim di Lapas Kelas I Surabaya dalam menunaikan ibadah semakin tinggi. Perluasan Masjid Nurul Fuad di Lapas Surabaya pun dimulai hari ini (13/7). Seluruh dana merupakan sumbangan dari petugas dan WBP.

Dimulainya pembangunan masjid itu ditandai dengan peletakan batu pertama. Didampingi Kalapas Suharman, mantan Kalapas Surabaya Marjaman (Tahun 1995-1998). Secara berurutan, para mantan Kalapas yang terletak di Porong itu meletakkan batu selanjutnya.

Suharman mengungkapkan bahwa pengembangan ruangan ibadah masjid ini dikarenakan kapasitas dari ruangan masjid sudah tak mampu lagi menampung jamaah yang mengikuti ibadah. Sehingga, WBP melalui takmir masjid mengusulkan kepada pihak Lapas. Namun, karena tahun ini pihaknya tidak memiliki anggaran, maka WBP berinisiatif untuk membentuk kepanitiaan sendiri.

Baca Juga:  Dapat Remisi Lebaran, 21 Napi Tipikor di Lapas Klas I Makassar Siap Bongkar Kasus

“Kami ingin memohon doa restu kepada para sesepuh mantan Kalapas Porong agar pembangunan berjalan dengan lancar dan seperti yang diinginkan,” ujar Suharman.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Nurul Fuad yang juga WBP, Muhammad Anton mengungkapkan bahwa pihaknya selaku panitia, ingin memberikan pelayanan kepada seluruh jamaah. Karena selama ini, masjid yang ada hanya mampu menampung 600-800 jamaah.

“Sehingga ketika jamaah Salat Jumat, sampai ke selasar dan lapangan,” ungkapnya.

Nantinya, setelah diluaskan masjid bisa menampung hingga 1.000 WBP. Sehingga ketika ada kegiatan pembinaan seperti pengajian rutin setiap hari, pesantren hingga peringatan hari besar keagamaan bisa tertampung. Untuk dananya murni swadaya yang digalang oleh WBP sendiri.

Baca Juga:  Kakanwil Kumham Jatim Berikan Penguatan di Lapas Surabaya

“Lapas hanya supervisi, tidak ikut sama sekali mengelola keuangan, semua murni kami yang mengelola,” terangnya. (Red).