Tingkatkan Investasi Indonesia, Jokowi Hadiri KTT APEC di Papua Nugini

PORT MORESBY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Port Moresby, Papua Nugini untuk menghadiri Pertemuan Pemimpin APEC ke-26. Presiden dan rombongan berangkat dari Bandar Udara Internasional Mopah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada Sabtu, 17 November 2018 pukul 08.20 WIT.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong telah terlebih dahulu tiba di Papua Nugini untuk menghadiri pertemuan tingkat Menteri dan mempersiapkan kedatangan Presiden.

Udara cerah di Bandar Udara Internasional Jackson, Port Moresby, Papua Nugini menyambut kedatangan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam 15 menit dari Bandar Udara Internasional Mopah, Merauke, Provinsi Papua, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 mendarat pukul 10.35 waktu setempat (WS) atau 7.35 WIB.

Di bandara, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh Kepala Protokol Negara Papua Nugini Morea Veratau, Wakil Perdana Menteri Papua Nugini Charles Kauvu Abel, Menteri Pertanahan dan Tata Ruang (Menteri APEC) Justin Tkatchenko, Gubernur National Capital District Powes Parkop, dan Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini Ronald J.P. Manik beserta Ibu Ratna Dewi Manurung.

Baca : Jokowi Kunjungi Lokasi Pembangunan PLBN Sota

Sementara itu, Ibu Iriana menerima bunga tangan yang diserahkan oleh dua putra dan putri Papua Nugini. Sebelum memasuki kendaraan yang disiapkan, Presiden dan Ibu Iriana disambut tarian selamat datang.

Baca Juga:  Moeldoko: Presiden Selalu Tekankan Agar Investor Mendapat Kemudahan

Dari bandara, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan langsung menuju hotel tempat menginap selama berada di Papua Nugini.

Gelar Pertemuan Bilateral dengan PM Kepulauan Solomon

Indonesia dan Kepulauan Solomon adalah dua negara yang memiliki beberapa kesamaan. Keduanya merupakan bangsa Pasifik, memiliki etnis Melanesia, juga merupakan negara kepulauan, dan menghadapi tantangan yang sama, termasuk di bidang perubahan iklim.

Saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Rick Houenipwela, Jokowi mengharapkan hubungan yang lebih erat di antara kedua negara tersebut. Untuk meningkatkan kerja sama antarkedua negara, Jokowi menyampaikan beberapa hal, diantaranya dengan meningkatkan investasi Indonesia di Kepulauan Solomon.

“Saya harap, Indonesia diberikan kesempatan berkontribusi dalam mengembangkan perekonomian Kepulauan Solomon,” ujar Jokowi di Hotel Hilton, Port Moresby, pada Sabtu 17 November 2018.

Dalam bidang perekonomian, pengembangan produk kelapa sawit menjadi salah satu fokus pembahasan. Kepulauan Solomon disebut tertarik untuk mengembangkan produk tersebut.

“Indonesia memiliki nilai tambah yang cukup tinggi dalam industri kelapa sawit. Saya ingin dorong perusahaan Indonesia untuk mengembangkan sawit di Kepulauan Solomon,” katanya.

Selain kelapa sawit, Indonesia berharap dapat bekerja sama dalam industri perikanan di Kepulauan Solomon. Presiden berharap, industri ini dapat menjadi sektor penting dalam kerja sama ekonomi Indonesia-Kepulauan Solomon.

Baca Juga:  Ke Singapura dalam Sehari, Jokowi Khusus Jenguk Ani Yudhoyono

Baca : Jokowi Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Trans Papua

Sementara itu, dalam bidang pariwisata, Indonesia siap membantu Kepulauan Solomon untuk mengembangkan pariwisata khususnya eco-tourism. Beberapa wilayah di Indonesia, sudah mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan.

“Indonesia juga siap kerja sama di bidang kelautan, khususnya pengembangan daerah pesisir dan pengelolaan bencana,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas sikap tegas posisi Kepulauan Solomon untuk menghormati kedaulatan Indonesia.

“Saya menghargai posisi Kepulauan Solomon yang mendukung integritas wilayah Indonesia. Saya menghargai pandangan Yang Mulia terhadap perkembangan di Papua,” ucap Jokowi.

Kepada PM Kepulauan Solomon, Presiden pun menjelaskan pembangunan yang telah dilakukan di Papua dan Papua Barat dalam 4 tahun terakhir.

“Pembangunan 4.174 km jalan, 7 bandara, dan 15 pelabuhan. Peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta kebijakan BBM satu harga. Dengan pembangunan in, saya yakin kesejahteraan rakyat Papua akan semakin baik,” ucapnya.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral ini, antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini Ronald J.P. Manik, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati. (Red/Hms).