Tidak Sesuai SOP, Kinerja BNNK Sumenep Diadukan Calon Kades ke BNNP Jawa Timur

SURABAYA – Diduga tidak sesuai dengan Standart Operational Procedure (SOP) saat pengawasan pengambilan tes urine proses penjaringan calon Kepala Desa (Kades). Kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNP) Sumenep diadukan oleh salah satu Calon Kades ke BNNP Jatim.

Abdul Azis (40), salah satu Calon Kepala Desa (Kades) Karamian, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep menjelaskan dia mendatangi BNNP Jawa Timur untuk mengadukan kinerja BNNK Sumenep lantaran tidak mengawasi secara ketat, ketika mengambil sampel urine terhadap para calon Kades. Sehingga pihaknya mempertanyakan validitas hasil pemeriksaan.

“Saya datang kesini (BNNP Jawa Timur) untuk menanyakan hasil pengujian SKPN (Surat Keterangan Pemeriksaan Narkotika) BNNK Sumenep. Dimana pada saat pengujian tanpa ada pengawasan pihak BNNK Sumenep,” ujarnya kepada awak media, Senin (2/9/2019).

Baca Juga:  Hadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, Gubernur Khofifah Dapat Penghargaan dari BNNP Jatim

Karena menurut Azis, saat para Calon Kades menjalani pemeriksaan hanya diberi tempat urine. Kemudian disuruh mengambil sampel urine di kamar mandi yang luput dari pengawasan petugas.

“Cuma dikasih tempat-tempat urine, lalu kita disuruh masuk ke kamar mandi. Sedangkan didalam kamar mandi itu masih ada sisa-sisa air dan itu tidak diawasi,” akuinya.

Dengan tidak adanya pengawasan dari petugas BNNK Sumenep saat mengambil sampel urine. Pihaknya menuding, ada oknum Calon Kades yang menyalahgunakan proses pemeriksaan. Pasalnya, hasil SKPN menyebutkan bahwa semua Calon Kades negatif dari zat psikotropika.

Baca Juga:  Suasana Lebaran, Adakan Silahturahmi Sekaligus Koordinasi Dengan BNNP Jatim

Padahal menurutnya, dari delapan Calon Kades yang maju dalam pemilihan kepala desa, terdapat pecandu narkotika. Oleh karena itu, ia pun mengaku kecewa.

“Yang jelas saya merasa kecewa terhadap hasil yang dikeluarkan oleh BNNK Sumenep. Karena itu tidak diawasi secara ketat, dibiarkan saja. Datang kencing, tanpa ada pengawasan. Disitulah kekecewaan saya,” tandasnya.

Untuk menjadi Calon Kades terdapat sejumlah persyaratan, salah satunya harus terbebas dari ketergantungan zat psikotropika yang dibuktikan dengan SKPN yang di keluarkan oleh BNN setempat. (Ady)