Terkait Hoax Larangan Azan, Ketum JKSN: Kami Siap Jadi Garda Terdepan Untuk Menangkal

BANGKALAN – Ketum JKSN (Jaringan Kyai-Santri Nasional) KH Roziqi menepis isu yang menyebut calon presiden (capres) nomor 01 Jokowi akan melarang azan, dan melegalkan perzinahan jika terpilih dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Klarifikasi ini, disampaikan Ketua Umum JKSN, KH Roziqi, MM dalam acara Doa Bersama dan Silaturrahim JKSN bersama Kyai, Ibu Nyai, Santri dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Bangkalan, Rabu (13/3/2019).

“Isu yang menuding Jokowi akan melarang azan dan melegalkan perzinahan itu hoaks,” tegasnya.

KH Roziqi mengatakan, fitnah kejam semacam itu tidak mungkin terjadi. Apalagi, KH Ma’ruf Amin yang dipilih mendampingi Jokowi merupakan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Sebenarnya, Pilpres tahun ini adalah pertarungan antara ahlussunnah waljamaah dengan wahabi,” katanya.

Belakangan ini kata KH Roziqi, berita yang mengandung fitnah dan isu-isu miring kerap menyerang pasangan capres nomor urut 01. Tujuannya, supaya duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin tidak terpilih di Pilpres 2019.

“Kami (JKSN) siap menjadi garda terdepan untuk menangkal hoaks dan kami siap memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” jelas Ketum JKSN KH Roziqi.

Baca Juga:  Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf, La Nyalla Academia Hadiri Deklarasi dan Penyematan Tim Blusukan Jatim #01

JKSN Targetkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin Menang 80 Persen di Bangkalan

Sementara Koordinator JKSN Wilayah Madura, KH Muchlis Muhsin, M.H memberikan keterangan kepada awak media terkait target kemenangan 80 persen untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) menargetkan kemenangan untuk pasangan calon presiden (capres) nomor urut 01 duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin dengan jumlah dukungan suara 80 persen di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Target ini, disampaikan Ketua Umum JKSN, KH Roziqi, MM di hadapan kiai, ibu nyai, santri dan tokoh masyarakat dalam acara Doa Bersama dan Silaturrahim JKSN di Gedung Rato Ebuh, Kabupaten Bangkalan, Rabu (13/3/2019).

“Warga Nahdliyin sekarang sudah menyatu, beda dengan Pilgub 2018. Jadi, kami sangat yakin bisa meraih kemenangan 80 persen di Bangkalan,” ucapnya.

KH Roziqi menyatakan, menyatunya Nahdliyin menjadi menjadi modal besar untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf dalam pertarungan politik Pemilu 2019. Apalagi, masyarakat Madura mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU).

Baca Juga:  Gus Sholah Bantah Dukung Prabowo

“Secara umum di Madura, pasangan 01 ditargetkan meraih suara 60-70 persen. Kami harus realistis, karena tim dari pasangan 02 juga bergerak mencari dukungan,” imbuhnya.

Ia tidak memungkiri, pertarungan politik di Madura untuk memenangkan duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin bukanlah perkara mudah. Terutama, di wilayah Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang. JKSN masih harus sering terjun mencari dukungan ke dua kabupaten ini.

“Semua kami anggap berat, tapi Kabupaten Pamekasan dan Sampang lebih sulit,” paparnya.

KH Muchlis Muhsin mengaku, sudah membentuk tim door to door untuk memenuhi target kemenangan 80 persen di Kabupaten Bangkalan.

Bahkan, posko pemenangan duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin juga telah dibentuk di setiap dusun. “Kami sangat optimis, bisa saja kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf melebihi target,” terang KH Muchlis Muhsin, M. H usai acara Doa Bersama dan Silaturrahim JKSN di Kabupaten Bangkalan. (Red).