Terdakwa Meninggal Dunia, Hakim PN Surabaya Nyatakan Sidang Kasus Perusakan Pagar Gugur

SURABAYA – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya diketuai oleh F.X Hanung Dwi Wibowo menetapkan kasus perusakan pagar dengan terdakwa Pandi (59), warga Tambak Dalam Baru Surabaya itu gugur.

Pasalnya, terdakwa meninggal dunia saat kasus bergulir di meja hijau.

“Karena terdakwanya meninggal, majelis akan membuat penetapan perkara gugur,” kata Ketua majelis hakim F.X Hanung Dwi Wibowo, pada JPU Ugik Ramantyo dan penasehat hukum terdakwa diruang sidang Sari 1 PN Surabaya, Kamis (13/2/2020).

Menurut JPU Ugik Ramantyo, pada sidang ini semestinya rencananya beragendakan pembacaan surat dakwaan setelah ditunda pada pekan lalu, karena terdakwa sakit dan dilanjutkan hari ini.

“Semestinya dibacakan hari Kamis lalu, tapi ditunda karena terdakwa sakit. Tapi ketika hari ini mau dibacakan terdakwa meninggal dunia rabu sore kemarin,” paparnya usai persidangan, Kamis (13/2).

Baca Juga:  Curi Listrik Tegangan Tinggi, Hakim Vonis PT Cahaya Citra Alumindo Denda Rp 2,5 Miliar

Diungkapkan Ugik, Terdakwa meninggal karena sakit diare. Ia sempat dirawat di klinik Rutan Medaeng kemudian dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Saat di rutan dia sakit diarea, lalu dirawat di klinik rutan dan oleh dokter rutan dirujuk ke rumah sakit dr Soetomo dan meninggalnya iya di rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara, O’od Chrisworo penasehat hukum terdakwa mengatakan, Ia sempat akan mengajukan penangguhan penahanan.

“Kita mau ajukan minggu lalu karena sakitnya memang sudah parah. Apalagi terdakwa ini habis operasi. Statusnya adalah tahanan pengadilan, waktu di Polisi nggak ditahan, dia ditahan waktu perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan hingga ke pengadilan,” terangnya.

Saat ditanya mengapa meminta dakwaan dan BAP ke majelis hakim, O’od Chrisworo mengaku karena selama ini belum mengetahui klienya disangkakan melanggar apa.

Baca Juga:  Hakim Belum Siap, Putusan Sugi Nur Batal Dibacakan

“Kita tadi minta ke majelis hakim karena dakwaan belum diberikan, istri terdakwa tentunya bertanya suaminya ini salah apa,” tukasnya.

Sementara dari data yang diperoleh melalui sistim informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Surabaya, Terdakwa Pandi sedianya akan disidangkan karena melakukan perusakan pagar pembatas lahan milik Wenas Panwel The di Tambak Dalam Baru pada bulan Maret 2017.

Perusakan pagar yang terbuat dari bambu itu dilakukan terdakwa Pandi bersama Kaslan (DPO) dan selanjutnya terdakwa memerintahkan saksi Suliman untuk membakar pagar bambu tersebut bersama sampah lainnya yang diangkut oleh saksi Sulaiman.

Atas kasus ini, Terdakwa Pandi disangkakan melanggar Pasal 406 ayat (1) KUHP, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 dan Pasal 170 ayat (1) KUHP. (Ady)