Terbukti Bersalah Ratna Sarumpaet Dituntut 6 Tahun Penjara

JAKARTA – Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet, kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (28/5/2019).

Ratna yang tiba di di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sekitar pukul 08.27 WIB itu terlihat bersama putrinya yakni Atiqah Hasiholan.

Dengan mengenakan kemeja biru serta rompi tahanan, Ratna merangsek masuk ke arah sel tunggu. Namun, sebelumnya ia sempat menyebut bahwa berharap dapat bebas dari kasus yang menjeratnya itu. “Ya bebas, harapannya apa lagi,” ucap Ratna.

Akan tetapi, wanita berusia 70 tahun itu mengatakan akan selalu siap mendengarkan tuntutan yang akan dibacakan nanti meskipun tak sesuai dengan harapannya. “Ya iyalah harus siap,” cetusnya.

Dalam sidang pembacaan tuntutan ini, Ratna Sarumpaet dituntut 6 tahun penjara. Jaksa meyakini Ratna menyebarkan kabar hoax penganiayaan.

Baca Juga:  Terkait Putusan Bawaslu Soal Hoaks Ratna Sarumpaet, Ini Respons Kubu Prabowo-Sandiaga

“Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Ratna Sarumpaet terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong,” ujar jaksa Daroe Tri Sadono membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel), Jl Ampera Raya, Selasa (28/5/2019).

Jaksa memaparkan Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan kabar hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut penganiayaan.

Rangkaian kebohongan dilakukan Ratna lewat pesan WhatsApp termasuk dengan menyebarkan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak.

Kisah hoax penganiayaan ini berawal dari tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau pengencangan kulit muka Ratna Sarumpaet. Ratna rawat inap di RS Bina Estetika dilakukan pada 21-24 September 2018.

Baca Juga:  Kabar Dianiaya, Ratna Sarumpaet : Saya Minta Maaf, Saya Telah Berbohong

Selama menjalani rawat inap tersebut, Ratna Saraumpaet menurut jaksa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisi lebam dan bengkak akibat tindakan medis.

Foto-foto wajah lebam dan bengkak disebut jaksa dikirimkan Ratna Sarumpaet ke Rocky Gerung lewat WhatsApp pada 25 September 2018. Ratna mengaku dianiaya di area bandara Bandung pada 21 September, pukul 18.50 WIB.

Selain itu, Ratna juga sempat meminta Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan pesannya terkait penganiayaan kepada Prabowo Subianto pada 28 September 2018.

Hingga akhirnya, Ratna bertemu dengan Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2018 di Hambalang. Prabowo kemudian menggelar jumpa pers usai pertemuan tersebut.

Ratna Sarumpaet dituntut dengan pidana yang diatur dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (Vic/Red)