Staf Ahli Menkumham: Kemenkumham Jatim Punya Modal Besar Raih Predikat WBK

SURABAYA – Satker jajaran Kanwil Kemenkumham Jatim yang mendapatkan predikat WBK/ WBBM dari tahun ke tahun semakin banyak.

Hal ini dianggap Staf Ahli Menkumham Bidang Politik dan Keamanan Y Ambeg Paramartha sebagai modal besar. Terutama untuk melakukan pembangunan ZI di kanwil.

Ambeg mengungkapkan hal tersebut saat memberikan pembinaan kinerja dan pembangunan zona integritas menuju WBK/ WBBM oleh tim pembina pusat hari ini (19/2).

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kanwil itu juga dihadiri Direktur Binapilatkerpro Ditjen Pemasyarakatan Junaedi, Analis Keimigrasian Utama Sulistyarso dan Para Pimti Pratama Kanwil Kemenkumham Jatim.

Selain itu, para Pejabat Struktural dan Kepala UPT serta operator aplikasi E-RB di tiap satker juga hadir.

Baca Juga:  Margono Jabat Karutan Gresik Gantikan Mahendra Sulaksana

Menurut Ambeg, ZI bukan hal baru bagi Jawa Timur. Pelaksanaannya sudah dilakukan sekitar 4 tahun terakhir.

Namun, sampai saat ini masih banyak diantara pelaksana di lapangan menganggap ini merupakan tugas tambahan. Sehingga dianggap akan mengesampingkan tupoksi.

“Padahal pembangunan ZI hanya sebagian kecil dari Reformasi Birokrasi yang kita mulai sekitar 10 tahun lalu, jadi harusnya sudah menjadi bagian yang melekat dalam tupoksi seorang ASN,” ujarnya.

Dia menguraikan bahwa banyak hal kecil yang sudah dilaksanakan termasuk dalam komponen pembangunan ZI. Namun, persoalannya, pegawai sering kali tidak sadar telah melakukan tindakan-tindakan yang revolusioner.

Baca Juga:  BPK Mulai Lakukan Audit Laporan Keuangan Kemenkumham Jatim TA 2019

“Jika dibandingkan dengan masa lampau, kita sudah melakukan peruabahan yang revolusioner. tapi kita sering terlena dan tidak mendokumentasikan hal tersebut,” terangnya.

Meski begitu, Ambeg meminta jajaran agar tidak terfokus pada pemenuan data dukung saja. Karena pembangunan ZI bukan hanya perihal survei maupun dokumen.

“Namun harus menjadi pedoman perilaku dan bertindak. terinternalisasi dalam seluruh spektrum kegiatan yang dilakukan ASN,” tegas Ambeg.

Terakhir, Ambeg menjelaskan setidaknya ada 4 kunci keberhasilan pembangunan ZI. Yaitu komitmen, keluar dari zona nyaman, sosialisasi dan internalisasi serta tim yang solid. (AF)