Sosialisasi Empat Pilar, LaNyalla Mattalitti Ingatkan Pentingnya Gotong Royong

SIDOARJO – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) AA. LaNyalla Mahmud Mattalitti yang juga merupakan anggota MPR RI, kembali menggelar sosialisasi penanaman nilai-nilai empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, kepada generasi millenial.

Sosialisasi dikemas melalui diskusi kepada para santri di kalangan Pondok Pesantren Mardhotillah Krian Sidoarjo, dengan tema “Peran Generasi Muda Muslim Dalam Menjaga Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945, pada Minggu (13/9/2020).

Sosialisasi diikuti oleh ratusan santri dari berbagai daerah di sekitar kabupaten Sidoarjo. Mereka menyimak dengan seksama apa yang menjadi pesan saat sosialisasi 4 pilar MPR RI.

Baca Juga:  Kadin Jatim Audiensi Dengan Wagub Emil Terkait Percepatan Pembangunan Ekonomi

LaNyalla menegaskan, bahwa nilai-nilai 4 pilar kebangsaan yakni, Pancasila, UUDTahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus ditanamkan dalam sanubari para santri dan generasi muda sedini mungkin.

“Saya meyakini melalui pengajaran sejak dini kepada para santri dan generasi muda, pembentukan karakter bangsa sebagai penjabaran dari materi sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini dapat lebih cepat terwujud,” kata Senator asal dapil Jawa Timur itu.

Menurut LaNyalla Mattaliti, gotong royong adalah bekal bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat.

“Jadikan gotong-royong dan kebersamaan sebagai jiwa dalam berkehidupan,” tegas LaNyalla Mattalitti.

Baca Juga:  Pengurus LaNyalla Madura Center Kabupaten Sampang Resmi di Bentuk

Pada kesempatan tersebut, LaNyalla juga mengingatkan bahwa Pancasila bersifat final sehingga tidak bisa diperas lagi menjadi Trisila atau Ekasila.

“Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara kedudukannya berada di atas tiga pilar lainnya. Jadi tidak bisa diperas menjadi Trisila atau Ekasila. Karena Pancasila adalah lima sila yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945 dalam satu kesatuan paham,” pungkas LaNyalla Mattalitti. (AF)