Solihin Pure: Inilah Cara Motivasi Jokowi kepada Petani Tambak Garam

JAKARTA – Sebenarnya ungkapan pak jokowi bahwa garam NTT lebih bagus dari garam Madura itu untuk sebuah motivasi bagi seluruh petani garang di seluruh Indonesia khusunya di madura. Sebab ada potensi nilai ekonomis yang amat besar pada usaha tambak garam.

Pasalnya, menurut politisi dari Partai Bulan Bintang (PBB) Solihin Pure, bahwa tren kebutuhan garam industri dalam negeri terus meningkat, sedangkan produksi garam lokal tak bisa memenuhi kebutuhan itu, sehingga kebutuhan garam industri banyak dipasok dari luar negeri

“Biar teman-temau juga memahami ya, bahwa Garam industri itu digunakan sebagai bahan baku dalam proses produksi di sejumlah sektor bisnis. Industri yang dimaksud dianatranya adalah industri kimia, aneka pangan, farmasi, perminyakan, penyamakan kulit, dan pemeliharaan air dll,” kata Solihin kepada LimaMenit.ID, Selasa (15/10/19).

Baca Juga:  Minta Fasilitas Publik Diperbaiki, Presiden Jokowi Ingin Masyarakat di Papua Dilindungi

Solihin menjelaskan bahwa, berdasarkan data kemenperin kebutuhan garam industry pertahun mencapai 4,2 juta ton sedangkan produksi garam nasional baru mencapai 3,2 juta ton artinya ada kekurangan 1 juta ton pertahun.

“Untuk itu pemerintah terus mendorong agar danjuga meningkatkan kualitas produksi garam yang dibutuhkan Industri dalam negeri,” ujar pria asal pulau Kenari, NTT itu.

Sebab, menurut dia, dari produksi garam lokal pertahun yang kurang lebih 3 juta ton itu yang memenuhi standar garam industri (K1) dikisaran 30 persen atau sebesar 900 ribu ton saja.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Telah Tandatangani Surpres Usulan Revisi UU KPK

“Artinya bahwa terdapat nilai ekonomis yang amat besar dari usaha garam lokal oleh petani kita di seluruh Indonesia,” tutur Solihin.

“Untuk itu saran saya, kepada petani garam di Madura dan Indonesia umumnya jadikan ucapan pak jokowi itu sebagai motivasi untuk terus meningkatkan produksi garam dalam negeri yang sesuai dengan standar kebutuhan Industri dalam negeri,” tambah Solihin mengakhiri. (AF).