Soal Potong Leher, Ini Kata La Nyalla

SURABAYA – Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim, La Nyalla Mattalitti angkat bicara terkait janjinya untuk potong leher jika Capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf kalah di Madura.

La Nyalla mengatakan sebenarnya tantangan tersebut bukan untuk menantang kubu Prabowo-Sandiaga maupun orang Madura, melainkan untuk kader dan anggotanya.

“Saya memimpin beberapa organisasi dan yayasan. mulai dari pemuda pancasila, KADIN, KONI dan yayasan milik saya sendiri La Nyalla Academia, yang sudah berkiptah selama 20 tahun di jatim. Saya memiliki kader,” kata La Nyalla, Sabtu (20/4/2019).

Baca Juga:  Bamsoet Sebut Kewenangan DPD RI Sebenarnya Sangat Besar dan Luas

Kader tersebut, lanjut La Nyalla tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim termasuk di Madura.

Dan tantangan potong leher tersebut merupakan bahasa dan cara berkomunikasi di kalangan kader dan anggotanya.

“Salah satunya adalah bahasa tantangan kepada meraka. Supaya mereka tahu kalau saya totalitas, tidak main-main,” ucapnya.

Ketika La Nyalla sebagai pimpinan menunjukkan kesungguhannya harapannya para kader dan anggotanya juga akan mengikuti langkah tersebut.

“Kalau saya secara khusus menantang orang Madura buat apa? Saya punya kader dan anggota sendiri di Madura. saya juga punya keluarga di madura. Anak saya. Ketua Sapma Pemuda Pancasila Jatim itu juga berdarah Madura,” lanjut Ketua Kadin Jatim ini.

Baca Juga:  Wakil Presiden minta DPD RI Mediasi MUI dengan BPJPH soal UU Jaminan Produk Halal

La Nyalla menegaskan tantangan potong leher tersebut merupakan bahasa komando pihaknya kepada kader dan anggotanya.

“Yang bukan kader anggota saya, ya tidak perlu ikut komentar,” pungkasnya. (Red).