Soal “Politik Genderuwo” Ini Komentar Sandiaga Uno

TANGERANG – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menanggapi ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mewanti-wanti masyarakat pada politikus yang menyebarkan propaganda yang menakut-nakuti yang disebutnya ‘politik genderuwo’.

Menurut Sandi, ucapan Jokowi itu berkaitan dengan para mafia ekonomi. “Saya tidak ingin berkomentar yang negatif tapi, mungkin yang dimaksud Pak Presiden itu politisi atau politik genderuwo itu yang berkaitan dengan ekonomi rente,” katanya saat melakukan safari kampanye di Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Jumat (9/11/2018).

Ekonomi rente tersebut, menurut Sandi, seperti halnya pada mafia pangan atau semacamnya yang timbul sebagai genderuwonya ekonomi. Dia mengatakan, hal itu dapat menggerogoti perekonomian indonesia.

Baca Juga:  Rizieq Shihab Serukan 2019 Ganti Presiden Kepada Massa Reuni 212

“Mungkin genderuwo ini ke mafia ekonomi di mana membuat kita ketergantungan dengan faktor eksternal. Sekarang harus dienyahkan, baik operator ekonomi yang bertindak sebagai genderuwo dan politisi, yang mem-backup kegiatan genderuwo ini, dan menurut saya ini peringatan dari Presiden,” tukasnya.

Baca : Jokowi : Politik Genderuwo

Sebelumnya, Jokowi melontarkan pernyataan soal Politik Genderuwo. Mulanya, Jokowi mengatakan bahwa saat ini ada banyak politikus tak beretika. Menurut Jokowi, politikus model ini menyebarkan propaganda yang menakutkan masyarakat.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan. Enggak benar kan? Itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti,” kata Jokowi saat memberi sambutan dalam acara pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat di Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 9 November 2018.

Baca Juga:  Tepis Isu Viral Injak Kuburan, Sandiaga: Saya Lewati Tembok Pemisah

Jokowi tak merinci apa konteks spesifik yang dia maksud ihwal politik genderuwo ini. Dia juga tak membeberkan siapa yang dia maksud dengan politikus-politikus yang tidak beretika. Kendati begitu, pernyataan Jokowi ini sontak menuai berbagai komentar.

Genderuwo dalam pemahaman masyarakat Jawa merupakan mahluk astral yang menakutkan. Tidak hanya menakut-nakuti, para politikus genderuwo juga kerap membuat ketidakpastian dan menggiring masyarakat yang tidak benar serta menjadi ragu-ragu. (LM).