Sidang Permohonan Ganti Kelamin Putri Natasiya Kembali Batal Digelar

SURABAYA – Sidang permohonan ganti kelamin yang diajukan Putri Natasiya kembali batal digelar.

Majelis hakim tunggal Sigit Sutriono terpaksa menunda sidang ganti kelamin dari perempuan ke laki-laki tersebut karena pihak pemohon (Putri Natasiya) tidak hadir kedua kalinya.

Usai sidang, Hakim pemeriksa sekaligus Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono menganggap, Putri sepertinya tak serius untuk mengajukan gugatan terkait pergantian kelamin tersebut.

Meski demikian, Pengadilan masih memberikan waktu dua pekan lagi agar Putri bisa hadir dalam sidang.

“Hari ini tidak datang lagi, ini sudah yang kedua kalinya. Kita akan kasih kesempatan dua Minggu lagi, kalau dia tidak datang saya nyatakan dia tidak serius untuk melanjutkan perkaranya,” kata Sigit kepada awak media ketika ditemui usai sidang di PN Surabaya, Rabu (6/11/2019).

Namun Sigit juga memastikan, jika sidang tidak lagi dilanjutkan, pemohon masih memiliki hak untuk mengajukan lagi di lain waktu.

Baca Juga:  Perempuan Warga Surabaya Ajukan Permohonan Ganti Kelamin

“Meski dalam sidang yang diajukan kali ini tidak dilanjutkan, pemohon masih mempunyai kesempatan untuk mengajukan lagi di lain waktu,” terangya.

Sementara ditempat terpisah, Sulistyowati selaku Ibu kandung Putri mengaku belum melakukan pencabutan perkara meski sudah merencanakannya.

Bahkan, rencana pencabutan perkara tersebut juga belum didiskusikan dengan anaknya selaku pemohon. Namun Sulistyowati memastikan akan melakukan pencabutan peekara setelah anaknya menjalani operasi.

“Memang belum, nunggu bulan 2 (Februari) karena anak saya mau di operasi dulu,” ujarnya.

Diketahui, Sulisetyowati (43), ibunda Putri mengaku telah meminta kepada PN Surabaya untuk mencabut berkas permohonan anaknya untuk mengganti kelamin. Pencabutan berkas tersebut dilakukan, lantaran Putri belum melakukan operasi kedua

Baca Juga:  Inilah Penyebab Hakim PN Surabaya Tunda Sidang Permohonan Ganti Kelamin

Terkait hal itu, Sigit mengaku sejauh ini pengadilan belum menerima adanya surat permohonan pencabutan perkara tersebut.

“Kami belum menerima adanya surat pencabutan itu,” katanya.

Namun, apabila dari pemohon ingin mengajukan pencabutan maka dipersilahkan untuk memberikan surat pengajuan kepada pihak pengadilan. Karena pengajuan pencabutan tersebut merupakan hak dari pihak pemohon.

“Jadi kalau teman teman pers ada info minta di cabut itu hak daripada pemohon untuk mengajukan pencabutan. Kalau permohonan, sewaktu waktu bisa dicabut apabila permohonan belum lengkap atau kelengkapan bukti mereka belum mendukung. Kalau ada informasi pencabutan ya silahkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan, pemohon yang mengajukan pencabutan perkaranya ke pihak pengadilan maka sidang otomatis akan dihentikan dan kasusnya akan ditiadakan.

“Kalau sudah dicabut sidang dihentikan. Otomatis itu,” jelasnya. (Ady)