Sidang Perdana Pengajuan Ganti Kelamin di PN Surabaya, Putri Natasiya Hadirkan Ibu Kandungnya Sendiri

SURABAYA – Untuk meyakinkan majelis hakim, Martin Suryana, kuasa hukum Putri Natasiya (19), hadirkan saksi dalam persidangan permohonan ganti kelamin yang diajukannya. Saksi itu adalah Susilowati, tak lain ibu kandung dari Putri Natasiya.

Selain ibu kandung Putri Natasiya, ada dua saksi lain juga menghadirkan pengurus lingkungan tempat tinggal Putri Natasiya, yakni Suwarno (Ketua RT) dan Rochman (Wakil Ketua RT).

Martin Suryana mengaku, selama 19 tahun ini klienya mengalami kelainan Hipospadia. Yakni berkelamin laki-laki tetapi terlihat berkelamin perempuan.

“Sebenarnya kasus ini bukan operasi ganti kelamin dari kelamin laki-laki menjadi perempuan, atau sebaliknya. Bukan. Ini murni laki-laki, hanya yang bersangkutan mengalami kelainan Hipospadiaprotal. Jadi masyarakat harap bisa lebih dipahami,” kata Martin sebelum persidangan.

Dalam persidangan ini, masih kata Martin, pihaknya akan menghadapi sejumlah saksi dan bukti bukti tertulis, salah satunya adalah resume medis.

Baca Juga:  Bersama Istri, Besok Henry J Gunawan Akan Jalani Sidang Perdana di PN Surabaya

“Semua pendukung, baik saksi-aksi dan bukti-bukti tertulis sudah kami siapkan,” pungkasnya.

Persidangan permohonan ganti kelamin itu berlangsung di ruang Kartika PN Surabaya, dipimpin oleh hakim pemeriksa R Anton Widyopriyono.

“Ketiga saksi tadi mengetahui perkembangan fisik yang dialami pemohon sejak kecil seperti pria. Dia mengalami kelainan Hipospadiaprotal, yakni berkelamin laki-laki tetapi terlihat berkelamin perempuan,” terang Martin Suryana selaku kuasa hukum pada wartawan usai persidangan, Rabu (5/2/2020).

Untuk lebih meyakinkan lagi, Martin nantinya akan menghadirkan tiga orang saksi lain. Dua diantaranya itu merupakan ahli dan satunya saksi fakta. Saksi ahli sendiri merupakan dokter bedah serta ahli agama. Sedang saksi fakta yaitu bidan yang menangani kelahiran PN dulu.

“Juga akan kami perkuat untuk menghadirkan ahli hukum agama Islam, untuk melihat dari prespektif hukum agama agar tidak menimbulkan hal hal yang dipertentangkan ditengah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Enam Tersangka Kasus Jalan Gubeng Ambles Segera Diadili di PN Surabaya

Martin juga mempertegas, kalau Putri Natasiya benar seorang laki-laki, yaitu tidak adanya organ payudara, kromosomnya pun tidak ada kromosom perempuan, selain itu PN selama ini juga tidak mengalami menstruasi selayaknya perempuan.

“Jadi hasil medis kemarin sudah menyatakan demikian (laki-laki, red). Minggu depan kami hadirkan dokter yang menangani operasi, sekaligus bidan yang pertama kali menyaksikan langsung,” pungkasnya.

Diketahui, Putri Natasiya sebelumnya mengajukan permohonan status jenis kelamin dan mengganti namanya menjadi Ahmad Putra Adinata. Namun permohonan itu dicabut melalui proses persidangan pada Rabu (20/11/2019) lalu.

Permohonan ganti kelamin ini dikarenakan Putri Natasiya memiliki kelamin ganda. Saat dilahirkan Ia berkelamin perempuan, Namun seiring waktu mulai ada perubahan diri dan fisik dari Putri Natasiya.

Organ wanitanya (vagina) tidak berkembang selayaknya. Justru organ prianya (penis) yang lebih berkembang. (Ady)