Sidang Perdana, Basis Band Boomerang Bakal Lawan Dakwaan JPU

SURABAYA – Kasus kepemilikan narkotika jenis ganja dengan terdakwa Hubert Henry Limahelu, Basis Band Boomerang menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (26/8/2019).

Sidang digelar di ruang sidang Garuda 1 dengan agenda dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso dari Kejari Surabaya. Sementara Majelis Hakim yang menangani perkara ini adalah Anne Rusiana.

Dalam dakwaan, JPU menyebutkan bahwa basis yang akrab disapa Henry mengkonsumsi ganja sudah sejak 37 tahun lalu. Alasannya untuk mengobati penyakitnya, yakni bronkitis.

“Terdakwa membawa ganja tersebut dipakai untuk dikonsumsi sendiri dan terdakwa telah mengkonsumsi ganja sejak tahun 1982,” bunyi surat dakwaan saat dibacakan JPU Ali Prakoso, Senin (26/8/2019).

Merespons dakwaan JPU, tim kuasa hukum terdakwa Henry yang beranggotakan delapan orang akan melakukan perlawanan dengan mengajukan eksepsi yang akan digelar dipersidangan pekan depan, Selasa (3/9/2019).

Baca Juga:  Barang Bukti Narkoba “ Hilang ” Saat Sidang di PN Surabaya

“Kami mengajukan eksepsi yang mulia,” ujar Robert Mantinia, selaku ketua tim kuasa hukum terdakwa Henry dihadapan Hakim Anne Rusiana.

Bahkan kata Robert Mantinia, pada kasus ini kliennya ini seharusnya tidak sampai disidangkan. Melainkan direhabilitasi.

“Mestinya harus direhabilitasi, tapi kami tetap menghormati proses hukum yang sudah berjalan. Dan kami akan buktikan bahwa klien kami hanyalah sebagai pecandu, sehingga layak untuk mendapatkan keadilan seperti direhabilitasi,” imbuhnya.

Pada kasus ini, terdakwa Henry dijerat dengan pasal berlapis. Diantaranya Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga:  Bawa Narkotika Berbagai Jenis, Sirojul Munir Dituntut 18 Tahun Penjara

Singkat cerita, Henry ditangkap Polrestabes Surabaya di rumahnya kawasan Jalan Kalongan Surabaya. Saat digeledah, petugas menemukan tiga bungkus plastik berisi narkotika jenis ganja yang disimpan diatas atap genteng rumah.

Kepada penyidik, Henry mengaku bahwa dirinya mendapatkan ganja tersebut dari Michale Amos (berkas terpisah, red) yang dibelinya seharga Rp 400 ribu untuk dikonsumsi sendiri.

Usai persidangan terdakwa Henry membenarkan terkait dirinya mengkonsumsi ganja hanya untuk mengobati penyakit yang dideritanya selama ini.

“Saya punya bronkitis mas, dan saya sembuh memakai itu (ganja, red),” katanya kepada wartawan sambil berjalan menuju ruang tahanan sementara PN Surabaya. (Ady).