Sepanjang Tahun 2019, Kejari Surabaya Selamatkan Aset Negara Capai Miliaran

SURABAYA – Jelang pergantian tahun 2020, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, umumkan hasil pencapaian kinerja sepanjang 2019. Terutama penyelamatan aset negara mencapai Rp 30,8 miliar.

Menurut pengakuan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Anton Delianto, diantara beberapa kasus Pidana Umum (Pidum), Pidana Khusus (Pidsus), Persada dan Tata Usaha Negara (Datun) dan Intelijen yang ditangani tersebut, paling menonjol yakni kasus korupsi.

Jika dirinci dari total keseluruhan senilai Rp 30.861.776.666,- (tiga puluh miliar delapan ratus enam puluh satu juta tujuh ratus tujuh puluh enam ribu enam ratus enam puluh enam rupiah) didapat berbagai tahapan. Mulai dari tahapan penyidikkan sampai tahapan eksekusi.

Baca Juga:  Ditjen Pajak Kanwil Jatim Limpahkan 2 Tersangka ke Kejari Surabaya

Tahapan penyidikan sebesar Rp 3.500.000.000,- (tiga miliar lima ratus juta rupiah). Sedangkan tahapan eksekusi denda senilai Rp 600.000.000 (enam ratus juta rupiah) serta pembayaran uang pengganti Rp 100.510.069,- (seratus juta lima ratus sepuluh ribu enam puluh sembilan rupiah), eksekusi barang rampasan pengganti keuangan negara sebesar Rp 443.269.597,- (empat ratus empat puluh tiga juta dua ratus enam puluh sembilan ribu lima ratus sembilan puluh tujuh rupiah) dan eksekusi barang bukti kembali ke negara berupa aset sebesar Rp 26.218.000.000,- (dua puluh enam miliar dua ratus delapan belas juta rupiah).

“Selain itu, pencegahan dan penyelamatan aset menjadi prioritas kami. Dari perkara yang ditangani bidang pidana khusus (pidsus) ada 4 kasus masih penyelidikan dan 6 penyidikan,” kata Anton kepada wartawan di Aula Kejari Surabaya, Jalan Sukomanunggal Jaya Surabaya, Selasa (31/12/2019)

Baca Juga:  Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Kredit Fiktif KMK BRI, Kejari Surabaya Tahan Debitur Palsu

Seperti yang dikatakan Anton sebelumnya, kasus korupsi menjadi trending topik pada saat ini. Meliputi jumlah penuntutan kasus korupsi terdapat 16 perkara dan disusul dengan kasus pajak hanya 4 perkara..

“Dari kasus tersebut, kami telah mengeksekusi 17 terpidana,” terang Anton.

Sementara, Kasi Pidsus Kejari Surabaya Heru Kamarullah menambahkan, puluhan miliar uang tersebut berasal dari koruptor yang dibayarkan oleh terdakwa.

“Uang penganti tersebut dikembalikan usai putusan hakim yang sudah inkra,” kata Heru. (Ady)