Selain Cekal, Polisi Bakal Jemput Paksa Anak Kiai di Jombang Soal Kasus Pencabulan

SURABAYA – Mengenai kasus pencabulan terhadap santri dibawah umur yang dilakukan anak kiai di Jombang, (inisial) MSA (39), penyidik akan menindak lanjuti dengan memanggil MSA dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut langsung disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangie.

“Secepatnya kami akan memanggil yang bersangkutan,” ujarnya.

Mengingat MSA sudah dua kali tidak memenuhi panggilan polisi sebelumnya, Pitra menegaskan akan melakukan pencekalan. Langkah (pencekalan) itu dilontarkan, jika MSA ada upaya melarikan diri atau menghindar dari pemeriksaan polisi.

“Sesuai prosedurnya, dengan mencekal MSA. Bisa saja saat kita kesana (jemput paksa) dia akan lari,” kata Pitra saat dikonfirmasi, Selasa (21/1/2020).

Baca Juga:  Pelaku Pencabulan Santriwati Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Pekan Ini Akan Menyerahkan Diri

Tidak hanya pencekalan, Polisi juga akan segera menjemput paksa MSA di Pondok Pesantrennya, yang berada di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

“Ketentuan itu kalau seseorang dipanggil resmi tidak hadir, polisi atau penyidik punya kewenangan melakukan penjemputan dengan surat kuasa membawa, ya kita bawa paksa. Apa susahnya sih dipanggil,” imbuh Pitra.

Menurut Pitra, kasus yang menjerat anak kiai salah satu Pondok Pesantren di Jombang, mencabuli santri dibawah umur tersebut semakin kuat. Polisi menyebut sejauh ini sudah mengantongi keterangan dari 10 saksi.

Baca Juga:  Kembali Tim Jogoboyo Jatanras Polda Jatim Ringkus Sindikat Jual Beli Mobil dengan STNK Palsu

“Kita sudah dapat data dari pemeriksaan saksi. Sudah lebih 10 saksinya,” lanjut Pitra.

Namun saat disinggung sudah ada berapa laporan dari korban yang masuk, Pitra mengatakan baru ada satu. Pihaknya terbuka jika ada korban lain yang ingin melapor.

“Masih satu. Sampai sekarang belum bertambah. Kalau mau lapor monggo silakan. Siapa yang melapor ya kita layani,” pungkasnya. (Ady)