Sebelum Dipindah ke Rutan Surabaya, Kejari Tanjung Perak Cek 30 Tahanan Rapid Test

SURABAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak melaksanakan pemindahann tahanan dari Rutan Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak serta seluruh Polsek jajaran ke Rutan Klas I Surabaya.

Total ada sekitar 30 orang tahanan yang dipindahkan tersebut telah ada penetapan sidang (terdakwa) hingga putusan yang berkekuatan hukum tetap atau Inkracht.

Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Erick Lutfyansyah mengatakan, dalam hal ini pihaknya mendapat bagian untuk pemindahan kuota sebanyak 30 tahanan ke Rutan Klas I Surabaya.

“Sementara masih 30 ini, jadi Lapas memberikan slot sebanyak 30 tahanan untuk dipindahkan ke Rutan Surabaya,” kata Erick kepada wartawan saat ditemui di Kejari Tanjung Perak, Jum’at (19/6/2020).

Baca Juga:  Kejari Tanjung Perak Limpahkan Berkas Tersangka Kasus Jasmas Pemkot Surabaya

Dalam melaksanakan pemindahan tahanan, Kejari Tanjung Perak memakai protokol kesehatan Covid-19 dengan melakukan rapid test kepada 30 tahanan ini. Pelaksaan pemindahan sendiri dipimpin langsung oleh Kasipidum Kejari Tanjung Perak, Eko Budisusanto.

“Kita melaksanakan pemindahannya pakai protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara kita melakukan rapid test. Nanti kalau memang dari ke 30 tahanan tersebut non reaktif akan langsung kita kirim ke Rutan Surabaya,” jelasnya.

Jika masih ada yang terdapat (hasil rapid test) reaktif Erick mengaku pihaknya akan menunggu dari dokter yang bertugas untuk penanganan selanjutnya. Sedangkan bagi untuk yang non reaktif akan diberangkatkan langsung menuju Rutan Klas I Surabaya.

Baca Juga:  Krismono Minta Rutan Surabaya Bisa Raih Predikat WBK Tahun 2020

“Rapid ini kan antara reaktif dan non reaktif, kalau non kan berarti kita bisa langsung kirim tahanannya. Sedangkan kalau yang reaktif kita akan menunggu protokol dari dokter yang bertugas ini, apakah di karantina atau dikembalikan lagi ke rutan sebelumnya,” tandas Erick.

Erick juga menjelaskan, sesampai di Rutan Surabaya kemudian para tahanan tersebut akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum bisa berbaur dengan tahanan lainnya. (Ady)