Satker Pemasyarakatan Korwil Surabaya Deklarasikan Pelayanan PASTI dan BerAKHLAK

SIDOARJO – Jajaran Satker Pemasyarakatan Korwil Surabaya mendeklarasikan janji kinerja dan pembangunan zona integritas 2022 hari ini (15/1).

Kegiatan yang bertema “Kita Tingkatkan Kinerja Kementerian Hukum dan HAM Semakin PASTI dan BerAKHLAK mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional dan Reformasi Struktural” itu dipusatkan di Aula MD Arifin Lapas Kelas I Surabaya, dan disaksikan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Irjen Kemenkumham) Razilu.

Dalam kegiatan tersebut, Razilu didampingi Plt. Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto.

Satker yang ikut serta dalam deklarasi adalah Lapas Kelas I Surabaya, Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Bapas Kelas I Surabaya, Rutan Kelas I Surabaya, Rutan Kelas IIB Gresik, Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya dan Rupbasan Kelas I Surabaya.

Baca Juga:  Kakanwil Krismono Tekankan Strategi Pengamanan di Lapas Surabaya

Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Kepala Lapas IIA Sidoarjo Teguh Pamuji dan diikuti oleh pegawai jajaran yang hadir.

Dilanjutkan dengan penandatangan komitmen bersama pelaksanaan janji kinerja, pembangunan zona integritas dan pakta integritas secara bergantian.

Dalam laporannya, Ketua Korwil Surabaya Gun Gun Gunawan menyebutkan bahwa tahun 2021 lalu, tiga satker di korwil Surabaya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Yaitu Rupbasan I Surabaya, Bapas I Surabaya dan Lapas I Surabaya.

“Kami berharap, prestasi ini menular kepada satker pemasyarakatan lain, dan kami bisa meningkatkan capaian tahun ini,” ujar Gun Gun Gunawan.

Sementara itu, Razilu mengapresiasi capaian yang diraih jajaran pemasyarakatan Korwil Surabaya. Dia berharap, ada peningkatan di tahun ini. Namun, Razilu kembali menekankan pentingnya back to basic aturan pemasyarakatan.

Baca Juga:  Kakanwil Kumham Jatim Berikan Penguatan di Lapas Surabaya

“Kembali saja ke dasar pemasyarakatan, dan tambahi dengan inovasi-inovasi yang perlu,” terang Razilu.

Razilu juga mengingatkan pentingnya mengendalikan kecerdasan intelektual dan emosional. Yaitu dengan memahami tusi dan aturan-aturan yang ada.

Razilu menegaskan kepada jajaran bahwa jangan sampai melakukan penyimpangan.

Sedangkan untuk kecerdasan emosional, Razilu meminta jajarannya untuk mengenali kelemahan diri sendiri dan lakukan sesuatu untuk mengendalikan itu.

“Kenali seluruh emosi negatif maupun positif, kendalikan dan arahkan ke arah yang positif,” pungkas Razilu. (Red).