Samsurin: Wisnu Adalah Simbol Kekuatan Banteng Suroboyo, dan MA Adalah Serial Sinetron

SURABAYA – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Surabaya Samsurin mengatakan La opo gupuh bicara soal itu (pilwali 2020, red). Samsurin mengatakan partainya memiliki kader di akar rumput yang siap melaksanakan komando jika ada kandidat pilwali yang merapat ke partainya.

“Kita ini partai yang punya grassroot yang jelas. Punya kader di bawah yang siap melaksanakan komando. Kalau para kandidat itu cerdas membaca potensi parpol non parlemen pastilah salah satu di antara mereka yang sudah diusung para pemilik kursi di parlemen akan menjalin komunikasi dengan kita,” kata Surin, Minggu (5/7/2020).

“Selama ini mereka kan ribut dengan internal partai dan koalisinya sendiri. Dan warga Surabaya juga masih susah membangun kekuatan ekonominya setelah melewati 3 kali psbb dikota Surabaya,”sambungnya.

Menurut dia, Pilwali Surabaya 2020 ini sebenarnya pilwali versus pandemi. Siapa yang bisa melayani masyarakat surabaya bisa hidup normal melalui pandemi.

“Insya Allah itu yang akan di pilih oleh orang Surabaya,” ujarnya.

Saat di tanya rekom PDIP kabarnya turun ke wisnu, Samsurin mejelaskan bahwa, andai rekom turun ke wisnu. Itu sudah lumrah.

“Wisnu kan punya pengalaman di parlemen dan eksekutif. Juga kader potensial yang bisa menyatukan kekuatan PDIP di surabaya. Wisnu itu simbol kekuatan banteng Suroboyo. Tapi kalau PDIP kepedean lalu berangkat sendiri dan memutuskan calon pasangannya sendiri. Peluang untuk menang agak susah. Karena situasi saat ini berbeda. Kepanikan PDIP yang diharapkan Risma mencetak kader potensial gagal total,” terang Samsurin.
PDIP Surabaya itu cukup mewakili marwah karakter masyarakatnya. Jadi warga surabaya jangan dibuat bingung dengan calon alternative yang selama ini ditawarkan partai.

Baca Juga:  Jelang Bulan Ramadhan, DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya Siapkan Stok Beras

“Saya ngomong begini karena saya pernah ikut andil membesarkan PDIP Surabaya pada awal reformasi dulu. (1999-2004),” ucapnya.

Bagaimana dengan Mahfud Arifin?

Samsurin menyampaikan bahwa, MA ini kan ibarat kata sinetron yang lagi booming di stasiun TV swasta. Serial serial yang di pertontonkan sangat menarik dan selalu warga surabaya ingin terus penasaran dengan serial kelanjutannya. Sebuah sinetron itu sangat asyik ditonton saat kita berkumpul dengan keluarga pada waktu dirumah. Tapi ketika orang keluar rumah dan banyak menghadapi problem sosial apalagi saat masa pandemi. Apa mereka ingat terus pada sinetron favoritnya?

“Siapa yang tidak terjamah MA didunia maya. Semua hampir dikunjungi MA di dunia maya. Orang akrab dengan inisial MA. Tapi sayang serial ini tidak menemukan happy ending . Saya kawatir wong suroboyo akan jenuh dan meninggalkan serial TV MA mencari alternative tontonan baru,” ungkapnya.

Koalisi partai pengusung MA harus segera ending . Segera memastikan pasangan agar tidak jomblo dikemudian hari. Hari ini PDIP kan mau bersikap. Ketika akan bersikap, bisa jadi Sikapnya akan membuat partai pengusung MA baper.

Baca Juga:  Calon Walikota Surabaya Eri Cahyadi Resmi Jadi Kader PDIP

“Nah parpol non parlement yang selama ini duduk manis dengan total suara 7,1 persen. Akan menjadi kurator bagi kandidat kandidat yang akan maju pilwali 2020 kota Surabaya. Kekuatan 7.1 persen ini bukan main main lho, sama dengan 1 fraksi jika ada fusi gabungan partai, non parlemen ini kekuatan yang bisa menjadi vitamin 7 menit terakhir babak kedua pertandingan bola. Ha..ha..ha..,” pungkasnya. (Red)

Kalau PSI gimana ? Tanya media
Psi Dan idealisme Partai PSI yang saya anggap seperti katak dalam tempurung suksesi kota surabaya ini. Menurut saya ibarat ice cream dia sebagai menu tombo amis. Mau dilahab silahkan gak mau dilahap ya tidak apa apa. Diajak gabung semakin elit gak diajakpun dia juga gak bakal ditinggal konstituennya.
Kan lumbung suara PSI itu lumbung suara permanent.
Beda dengan suara partai non parlement. Partai partai non parlemen ini kan sudah teruji di PHP tapi tetap konsisten dengan visi misinya yang tetap melayani rakyat. Begitu kalimat penutup yang disampaikan surin yang juga ketua OKK MPC Pemuda pancasila kota surabaya disela acara Bimtek Gugus Tugas Task Force Kemanusiaan COVID-19 dengan MPW PP Jawa Timur, MPC PP Kota Surabaya dan MPC PP Kab Sidoarjo (5/7/2020). (Red)