Rutan Gresik Gelar Operasi P4GN di Blok Hunian WBP Bersama BNNK

GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik, menggelar operasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pada Sabtu (14/12/19) malam.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Gresik, Mahendra Sulaksana memimpin langsung kegiatan razia yang berada di Blok B dan C Rutan Gresik tersebut.

Karutan Gresik Mahendra Sulaksana mengatakan bahwa, razia tersebut sengaja dilakukan untuk mencegah adanya peredaran narkoba didalam Rutan.

Hal itu juga dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham RI dalam rangka perang terhadap peredaran narkoba.

Baca Juga:  Margono Jabat Karutan Gresik Gantikan Mahendra Sulaksana

“Razia ini bertujuan untuk mencegah masuknya narkoba didalam Rutan/Lapas. Untuk itu kami juga melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan BNNK Gresik,” kata Mahendra, Sabtu (14/12).

Mahendra menjelaskan, jika dalam razia yang dilakukan, pihaknya tidak menemukan adanya narkoba didalam Rutan Gresik. Namun, dalam razia itu, petugas berhasil menyita barang-barang berbahaya dan terlarang seperti, botol kaca, pisau cutter, sendok, gunting, dan beberapa barang terlarang lainnya.

“Alhamdulillah razia berjalan aman dan kondusif. Kami juga tidak menemukan narkoba didalam Rutan, hanya beberapa barang berbahaya dan terlarang seperti gunting, cutter, serta obat-obatan, yang berhasil kami amankan dalam razia tersebut,” jelas Mahendra.

Baca Juga:  Rutan Gresik Bina Warga Binaan dengan Ilmu Agama

Menurut Mahendra, operasi P4GN ini akan terus rutin dilakukan, sebab ini adalah upaya yang tepat dan akurat dari Rutan Gresik dalam rangka mencegah, melindungi dan menyelamatkan WBP dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Untuk itu diperlukan kepedulian kita semua terutama Rutan/Lapas dalam memberikan perhatian terhadap penanganan atas penyalahgunaan Narkoba. Sebab, masalah merebaknya penyalahgunaan narkoba semakin lama semakin meningkat,” pungkas Mahendra. (AF)