Rutan Gresik Bina Warga Binaan dengan Ilmu Agama

GRESIK – Dalam tugas dan tanggung jawab membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar memperbaiki diri sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, rutin mengadakan kegiatan pembinaan rohani dan mental kepada para WBP.

Kegiatan yang rutin digelar di Masjid At-Taubah itu, diikuti oleh 146 WBP. Dengan tujuan agar WBP bisa menjadi warga negara yang baik dan bertanggungjawab.

Para WBP juga terlihat sangat antusias mendengarkaWBPlmu agama yang diberikan oleh pembimbing kerohanian Ustad Ahmad Rofiq yang didatangkan dari MUI Kabupaten Gresik.

Baca Juga:  Divisi Pemasyarakatan Jatim Ikuti Supervisi Teknis Layanan Rehabilitasi Pengguna Narkotika

Tak sedikit dari mereka (WBP,red) meneteskan air mata sebagai ungkapan penyesalan atas kesalahan yang telah mereka perbuat.

“Setiap hari Senin, dan Selasa kami selalu memberikan pembinaan kerohanian kepada WBP, dengan harapan mereka mau menyesali apa yang telah mereka lakukan, sehingga ketika mereka bebas, dan kembali ke masyarakat tidak akan mengulangi kesalahan sama, yang berujung hukuman di dalam jeruji besi,” kata Mahendra Sulaksana selaku Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Selasa (5/11).

Mahendra menjelaskan bahwa, kegiatan pembinaan kerohanian ini terlaksana berkat kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik yang bersedia mengirimkan perwakilannya untuk memberikan bimbingan rohani kepada WBP.

Baca Juga:  Tingkatkan Layanan Prima Kepada WBP, Rutan Surabaya Luncurkan Program Self Service

“Kami ucapkan terimakasih kepada MUI Gresik yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan kerohanian kepada para WBP,” ujar mantan KPR Rutan Surabaya itu.

“Dalam pembinaan kerohanian tersebut, para WBP diajarkan untuk membaca Al Quran, Ilmu Fiqih, serta dibekali juga dengan Ilmu Akidah dan Akhlaq,” imbuh Mahendra mengakhiri. (AF)