Rumah Makan Rawon Nguling Probolinggo jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, 8 Positif COVID-19, 2 Meninggal

PROBOLINGGO – Rumah Makan Rawon Nguling, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Tongas, menjadi klaster atau kelompok penyebaran COVID-19 baru di Kabupaten Probolinggo.

Guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 semakin luas, Gugus Tugas Satgas COVID-19 dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, melakukan lockdown atau penutupan Rumah Makan Rawon Nguling hingga 14 hari ke depan. Kemudian akan dilakukan sterilisasi sesuai anjuran protokol kesehatan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto menyampaikan bahwa, 2 orang yang meninggal memiliki riwayat penyakit lain. Sementara 6 pasien lainnya dirawat di RSUD Tongas.

Baca Juga:  Ranting Pemuda Pancasila Tambak Osowilangun Bagikan Sembako Kepada Warga Ditengah Masa PSBB

“Betul 8 orang terpapar COVID-19. Dua di antaranya meninggal dunia dan 6 orang positif COVID-19 dirawat di RSUD,” kata dr Anang, Selasa (4/8/2020).

Selain itu, dr Anang juga menyebutkan bahwa, Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo akan terus melakukan tracing, terhadap yang kontak erat dengan pasien positif Corona dari klaster Rumah Makan Rawon Nguling tersebut.

“Saat ini ada 8 orang yang positif COVID-19, termasuk pemilik dan kerabatnya. Dua di antaranya meninggal dunia dan 6 lainnya masih dirawat. Kemudian 20 karyawan rumah makan itu kini dikarantina sambil menunggu hasil swab,” ungkapnya.

Baca Juga:  Samsurin: Walikota Surabaya Jangan Tutup Pasar, Ribuan Pedagang Bisa Bangkrut

Sementara puluhan karyawan dari Rumah Makan Rawon Nguling tersebut diisolasi oleh Tim Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo di rumah sehat.

“Untuk perawatan medisnya dari Dinkes Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Mereka masih menunggu hasil swab,” jelas dr Anang.

Sementara 6 orang yang positif COVID-19 dirawat di RSUD yang sudah disediakan Satgas COVID-19 dan pemerintah setempat.

“Dugaan kuat, penyebaran virus Corona di klaster Rumah Makan Rawon Nguling tersebut berasal dari klaster pelangi, dari perjalanan atau dari pembeli di rumah makan itu,” pungkas dr Anang. (AS)