Rugikan Perusahaan Capai Ratusan Juta, Wanita Cantik Ini Dituntut 2 Tahun

SURABAYA – Tersenyum lepas, begitulah ekspresi dilontarkan Lie Christy Maria alias Vera, selaku marketing manajer PT Sahabat Marine Logistics (SML) Jalan Indrapura No. 29-33 Surabaya, terdakwa kasus penggelapan dalam jabatan setelah dijatuhkan tuntutan 2 tahun dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Yusuf Akbar Amin.

Pada persidangan yang digelar di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dalam tuntutan JPU Yusuf menyebutkan bahwa pasal yang didakwakan terhadap terdakwa, yakni Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan tersebut sudah merugikan perusahaan tempatnya bekerja.

“Kepada majelis hakim, kami menuntut supaya terdakwa Lie Christy Maria alias Vera dengan hukuman pidana 2 tahun penjara. Dikurangi masa tahanan, selama terdakwa menjalani penahanan,” kata JPU Yusuf Akbar saat membacakan surat tuntutan di persidangan, Selasa (15/10/2019).

Menurut JPU Yusuf, selain hal yang bisa memberatkan hukuman terdakwa. Ada juga hal yang meringankan, seperti perbuatan dan bersikap sopan selama menjalani persidangan

Sebelum sidang berakhir, majelis hakim yang diketuai oleh Maxi Sigarlaki, S.H., M.H., memberi kesempatan kepada terdakwa Lie Christy Maria alias Vera untuk mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis atau lisan.

Namun wanita peranakan China tersebut akan mengajukan pledoi secara lisan pada sidang pekan depan. “Saya akan mengajukan pak hakim (lisan), tapi bukan sekarang, melainkan pada sidang pekan depan,” jawab terdakwa Lie Christy Maria kepada hakim Maxi, (15/10)

Baca Juga:  Putusan Gugatan Class Action WBM, PH Tergugat: Bukan Menghukum

Diketahui, Lie Christy Maria Alias Vera, marketing manajer di PT. Sahabat Marine Logostik (SML) Jalan Indrapura No. 29-33 Surabaya ini didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) menggelapkan uang perusahaan di tempatnya bekerja sejak September 2017 sampai Pebruari 2018.

Penggelapan tersebut dilakukan Lie Christy dengan cara membuat nota-nota dinas palsu, yakni, nota tanggal 26 Oktober 2017 Rp 20 juta untuk Kapal Motor (KM) Tanto Sakti 2, voy 131, yang mengangkut Traktor milik PT. Rutan dengan tujuan Sorong.

Nota tanggal 11 Nopember 2017, Rp 5 juta untuk KM. Tanto Abadi, voy 184, yang melakukan pengangkutan alat berat Crown indojarwo milik PT. Rutan, dengan tujuan Merauke.

Sedangkan nota tanggal 14 Nopember 2017, Rp 5,5 juta untuk Kapal KM. Tanto Permai voy 155 tujuan Nabire. 30 Oktober 2017, Rp 6 juta untuk Kapal KM. Meratus Karimata, mengangkut Tracktor milik PT. Rutan, dengan tujuan Palu.

Selain itu, nota tanggal 03 Desember 2017, Rp 5,8 juta untuk Kapal KM. Tanto Lestari, voy 193, melakukan pengangkutan 2 set alat tanam jagung dan kedelai milik PT. Rutan, dengan tujuan Ambon.

Baca Juga:  Pria Asal Sampang Madura Tak Akui Dirinya Rampok Ruko Lenmarc

Nota tanggal 08 Januari 2018, Rp 14 juta, untuk Kapal KM. TEX, voy 157, melakukan pengangkutan barang berupa PC 4 & ATJK milik PT. Rutan, dengan tujuan Sorong.

Nota tanggal 10 Januari 2018, Rp 10,5 juta untuk Kapal KM. Tanto Raya, voy 148, melakukan pengangkutan Alat tanam Jagung milik PT. Rutan, dengan tujuan Manukwari.

Nota tanggal 16 Januari 2018, Rp 6 juta untuk Kapal KM. Oriental Gold, melakukan pengangkutan alat tanam jagung milik PT. Rutan.

Nota tanggal 22 Januari 2018, Rp 5 juta untuk Kapal KM. Tanto Permai,voy 157, melakukan pengangkutan PC4 dan Tray milik PT. Rutan dengan tujuan Jayapura.

Nota tanggal 20 Januari 2018, Rp 8,5 juta untuk Kapal KM. Tanto Lestari, voy 195, melakukan pengangkutan PC4 milik PT. Rutan, dengan tujuan Manokwari.

Sementara nota tanggal 04 Februari 2018, Rp 12 juta untuk Kapal KM. Tanto Bersinar, voy 61, melakukan pengangkutan Tracktor milik PT. Rutan, dengan tujuan Bitung.

Nota tanggal 26 Februari 2018, Rp 5 juta untuk Kapal KM. Text, voy 159, melakukan pengangkutan PC4 dan Tray milik PT. Rutan, dengan tujuan Jayapura. (Ady).