Probowo Kritik Jual Beli Jabatan, Hasto Kristiyanto Sindir soal La Nyalla

JAKARTA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyindir capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang dinilai menyerang dirinya sendiri dalam debat capres, Sabtu (30/3) malam. Hal ini terkait kritikan pada capres petahana Joko Widodo soal jual beli jabatan.

Hasto menilai, kritikan itu justru dilakukan Prabowo sendiri saat merekomendasikan calon Gubernur Jawa Timur yang diduga dijualbelikan ke La Nyalla Mahmud Mattalitti.

“Kritik keras Pak Prabowo itu terpercik ke mukanya sendiri. Pak Prabowo begitu tegas menentang praktik jual beli jabatan tapi dia lupa, bagaimana rekomendasi cagub Jawa Timur dijualbelikan ke La Nyalla,” ujar Hasto melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu (31/3).

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19, LNM Media Center Lakukan Fogging Disinfektan Gratis

La Nyalla pernah mengungkapkan diminta uang Rp40 miliar oleh Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra pada tahun lalu.

Permintaan uang tersebut diduga sebagai mahar politik terkait pencalonannya sebagai Gubernur Jatim dalam Pilkada 2018. Namun pernyataan itu dibantahkan oleh pihak Gerindra.

Sekjen PDIP ini mengatakan, dalam debat semalam menunjukkan bahwa Jokowi lebih mengedepankan budaya organisasi yang berbasis teknologi digital. Hal itu diungkapkan Hasto dari pernyataan Jokowi yang mengungkapkan strateginya untuk menekan angka korupsi di Indonesia, salah satunya dengan penerapan izin usaha integrasi elektronik atau Online Single Submission (OSS).

Baca Juga:  Ketua DPD RI Soroti Pengelolaan Dana Desa

Pernyataan Jokowi itu dikatakannya setelah Prabowo menyampaikan bahwa negara tidak mungkin melaksanakan program pembangunan bila negara lemah, maraknya korupsi, hingga aksi jual beli jabatan masih terjadi.

“Berbeda dengan Pak Prabowo, selain terjebak pada memori persoalan masa lalu, tidak ada perkembangan gagasan yang berarti,” kata Hasto.

Selain itu, lanjut Hasto, Prabowo masih menunjukkan sikapnya yang terus membicarakan permasalahan alih-alih mencari solusi. “Seluruh persoalan yang diangkat Pak Prabowo tidak jauh berbeda dari apa yang telah disampaikan sejak 2009,” pungkasnya. (Red).