Pria Asal Sampang Madura Tak Akui Dirinya Rampok Ruko Lenmarc

SURABAYA – Kosim (41), pria asal Kandangan, Kabupaten Sampang Madura ini enggan disebut sebagai perampokan. Pernyataan itu dilontarkan terdakwa saat Majelis Hakim Anne Rusiana menanyakan kebenaran setelah mendengar surat dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kamu melakukan perampokan ya?” tanya Hakim Anne saat persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (5/9/2019).

Namun hal itu dibantah terdakwa Kosim dengan cara menggelengkan kepalanya. “Kamu itu masih saja tidak mau ngaku. Ya sudah, pak Jaksa sidang selanjutnya saksi tolong dihadirkan,” kata Hakim Anne.

Dalam dakwaan JPU Suparlan, berbunyi bahwa terdakwa merampok Ruko Lenmarc, di Jalan Bukit Darmo, Boulevard, Surabaya, pada 10 April 2019 lalu. Saat menjalankan aksi, terdakwa dibantu dua temannya, yaitu Cholil dan Mukapi.

Baca Juga:  Tiga Pengedar Narkoba Jaringan Antar Pulau Jalani Sidang di PN Surabaya

Kedua teman terdakwa Kosim hingga saat ini masih buron (DPO). Sebelum di Lenmarc, Kosim telah merampok dua tempat sekaligus.

“Sebelum mencuri Kosim melakukan perencanaan pencurian di Kebon Dalem, Ampel Surabaya. Kemudian ketiganya langsung menuju sasaran yakni di ruko Lenmarc,” kata JPU Suparlan dari Kejari Surabaya saat membacakan dakwaan, (5/9).

Sesampai di tempat sasaran, Kosim dan dua temannya masuk dengan cara merusak pintu ruko. Lalu Kosim menodongkan pisau saat melihat ada penjaga ruko yang sedang memergoki aksinya.

Baca Juga:  Ini Penyebab Hakim Tegur Kuasa Hukum Henry J Gunawan di Persidangan

“Mulai naik ke lantai dua. Sedangkan Kosim dan Cholil mengamankan penjaga ruko,” imbuhnya.

Dari aksinya tersebut masih kata Parlan, terdakwa Kosim berhasil menggondol kabel listrik, pipa AC, blower penyedot debu, dua bor listrik, dua gerinda. Kemudian pada hari besoknya barang-barang curian tersebut dijual oleh ketiganya (terdakwa) di Jalan Gembong Surabaya.

“Terdakwa Kosim ditangkap Polisi saat tidur pulas di rumahnya” pungkas JPU Suparlan.

Perbuatan terdakwa Kosim dijerat dengan pidana Pasal 365 ayat 2 ke-2 KUHP dan Pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP. (Ady).