Presiden Jokowi Dorong Geopark Kaldera Toba Diakui UNESCO

SAMOSIR – Setelah santap siang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan melanjutkan peninjauan ke Geopark Kaldera Toba, Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7) siang.

Geopark ini merupakan salah satu ikon pariwisata di Sumatera Utara yang memadukan keragaman geologi, hayati, dan budaya.

Untuk diketahui, Indonesia telah memiliki empat geopark yang sudah diakui UNESCO, yaitu Gunung Batur di Bali, Ciletuh di Jawa Barat, Gunung Sewu di Jawa Timur, dan Rinjani di Lombok.

Pemerintah Indonesia saat ini diketahui tengah mendorong agar Taman Bumi Kaldera Toba juga bisa diakui dan masuk Jaringan Taman Bumi Global UNESCO. “Ya itu yang tugasnya nanti Pak Gubernur, Pak Bupati, termasuk juga nanti di kementerian,” kata Presiden saat ditanya jurnalis terkait Taman Bumi Kaldera Toba, di Tano Ponggol.

Baca Juga:  Serahkan Bantuan Modal Kerja, Presiden Ingatkan Pedagang untuk Terapkan Protokol Kesehatan Saat Berniaga

Usai mengunjungi Geopark Kalder Toba, Presiden Jokowi dan rombongan meninjau proyek percontohan pengembangan Peternakan Sapi Belgian Blue, di Desa Parsingguran, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 15:00 WIB. Masyarakat sekitar tampak menunggu kedatangan Presiden. Begitu turun dari mobil, Presiden melambaikan tangan dan menyapa masyarakat.

Di lahan pengembangan peternakan sapi ini terdapat kebun jeruk yang siap panen. Ketika melewati kebun jeruk, Ibu Negara terlihat memetik jeruk yang siap panen. Kemudian Presiden meninjau hasil panen diantaranya berupa jagung, jeruk, bawang merah, cabai, kentang, dan tomat.

Baca Juga:  Selesaikan Masalah di Dalam, Presiden: Nilai Investasi Mencapai Rp708 Triliun Akan Masuk

Lalu Presiden berjalan menuju tempat pengembangan peternakan sapi Belgian Blue di area belakang.

Selama kurang lebih 45 menit peninjauan, Presiden dan rombongan menuju Bandar Udara Internasional Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara untuk lepas landas menuju Jakarta. (DNA).