Polsek Wonokromo Diserang, Pelaku Diduga Simpatisan ISIS

SURABAYA – Mako Polsek Wonokromo Polrestabes Surabaya yang berada di Jalan Joyoboyo 29, diserang oleh orang tak dikenal (OTK), Sabtu (17/8) sekitar pukul 16.45 wib.

Akibatnya, satu personil Polsek Wonokromo Aiptu Agus yang bertugas di SPKT menjadi korban penyerangan pelaku.

Kronologi penyerangan Mako Polsek Wonokromo itu terjadi ketika pelaku mendatangi Polsek Wonokromo dengan alasan ingin membuat laporan polisi.

Pelaku yang diterima oleh anggota SPKT Aiptu Agus kemudian langsung menyerang Aiptu Agus menggunakan senjata tajam jenis clurit.

Sontak Aiptu Agus langsung berteriak meminta tolong kepada anggota Polsek Wonokromo dan seketika anggota piket Reskrim Polsek Wonokromo langsung melumpuhkan pelaku.

Baca Juga:  Kakanwil Kumham Jatim Hadiri Puncak Peringatan Hari Bhayangkara di Makodam V Brawijaya

Aiptu Agus yang menjadi korban penyerangan langsung dilarikan ke Rumah Sakit RKZ Surabaya.

Dari kejadian itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku, di antaranya, satu buah celurit, satu buah pisau penghabisan, ketapel dengan peluru kelereng, satu buah soft gun, dua lembar kertas bertulis Laailahailallah.

Diduga Simpatisan ISIS

Pelaku penyerangan polisi Polsek Wonokromo, IM (30), diduga simpatisan ISIS.

Polisi menyebut menemukan barang bukti beberapa senjata, makanan ringan dan kertas dengan cetakan lambang.

“Sajam, celurit, ada ketapel, ada anak ketapel, air soft gun, ada lambang tertentu,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Polsek Wonokromo, Sabtu (17/8/2019).

Baca Juga:  Ditresnarkoba Polda Jatim Tangkap Seorang Bandar Narkoba Kawasan Mojokerto

“Iya begitulah (lambang ISIS),” tambah dia.

Barung mengatakan, ada dugaan motif jihad yang dilakukan oleh pelaku.

“Sementara diduga yang bersangkutan melakukan amaliyah,” kata dia.

Saat ini pelaku masih diamankan detasemen 88 Mabes Polri.

“Dibawa oleh detasemen 88 Mabes Polri dilakukannya masih bisa bergerak dan kita lakukan pengambangan itu. Nanti pasti ada pengembangan,” kata Barung.