Polisi Layak Pidanakan PT Nissan Financial Atas Modus Penipuan Kepada Nasabah

SURABAYA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) layak mempidanakan PT Nissan Financial Services Indonesia (NFSI) atas unsur dugaan penipuan sistem pembayaran kredit kendaraan mobil milik nasabah.

Pasalnya, seorang nasabah bernama Surin merasa ditipu dengan modus tindakan pihak PT Nissan Financial Services Indonesia (NFSI) yang mengklaim bahwa data pembayaran kredit mobil Nissan Datsun Go, dengan Nopol L 1636 SV warna hitam miliknya tidak masuk ke sistem data mereka.

Sebagai nasabah, Surin sebenarnya sudah melakukan kewajibannya untuk membayar angsuran mobilnya. Tetapi pihak PT Nissan Financial Services Indonesia (NFSI) berdalih bahwa, Surin telah menunggak pembayaran hingga sepuluh (10) angsuran. Padahal faktanya ia hanya baru menunggak dua angsuran terakhir.

“Jujur saya sangat kecewa sama manajemen PT Nissan Financial Services Indonesia yang mengeluarkan data kalau saya belum membayar 10 kali angsuran, padahal saya hanya telat membayar dua kali angsuran saja,” cetus Surin kepada Lima Menit saat melakukan demo bersama ratusan anggota Ormas Pemuda Pancasila Surabaya, di Kantor PT Nissan Financial Services Indonesia (NFSI), Jalan Dr. Soetomo No. 101 Surabaya, Selasa (19/11/19) pagi.

Aksi dari massa Ormas Pemuda Pancasila Surabaya ini, lantaran pihak PT Nissan Financial Services Indonesia dinilai telah melanggar kesepakatan, yang mana sebelumnya pihak NFSI telah berjanji akan mengembalikan kendaraan mobil Nissan Datsun Go milik Surin, setelah kedua belah pihak sepakat melakukan mediasi damai, di Mapolsek Wonokromo, pada Kamis (14/11/19) lalu.

Sebelumnya, massa dari Ormas Pemuda Pancasila Surabaya itu juga mendatangi pihak PT United Indo (Indo Mobil Nissan) Surabaya, di Jalan Basuki Rahmat No. 15 Surabaya (19/11) pagi. Dalam debat kusir yang berlangsung dengan pihak Indo Mobil Nissan akhirnya memutuskan bahwa akan mengembalikan unit kendaraan milik nasabah Surin, hari ini pukul 15:00 WIB sore.

Baca Juga:  Pemuda Pancasila Surabaya Bantu Kakek Pemegang Kartu KIS, yang Ditolak Lima Rumah Sakit

“Kemarin (14/11/19) pihak NFSI melalui Sales Head Hari Kurniawan berjanji akan mengembalikan mobil saudara kami Surin dengan meminta waktu maksimal dua hari, karena pihaknya harus melakukan koordinasi dengan kantor pusat NFSI di Jakarta. Sebagai konsumen saudara kami merasa ditipu dan dirugikan. Karena sampai hari ini mobilnya belum juga dikembalikan,” kata Arie Hafiz Ashari selaku Korlap aksi demo tersebut.

Dalam aksi demo tersebut, Hafiz juga menunjukkan bukti-bukti pembayaran angsuran mobil milik Surin yang diklaim pihak NFSI tidak masuk ke sistem mereka, sehingga menurut pihak NFSI, Surin selaku nasabah telah menunggak selama sepuluh kali angsuran.

“Saudara Surin merasa ditipu dengan sistem data pembayaran dari NFSI. Karena selama ini saudara kami Surin selalu bayar tapi kata mereka (pihak Nissan,red) tidak terinput di data sistem mereka. Terus uang dari saurdara Surin selama ini masuk kemana?” kesal Hafiz.

Selain sistem data pembayarannya yang diduga menipu konsumen, Hafiz juga mengaku sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan pihak NFSI dengan memberikan kuasa kepada Debt Collector (DC) dari PT Lapan Anam Indonesia untuk merampas paksa mobil milik Surin saat melintas di Jalan Dharmahusada Indah, Surabaya pada Selasa (12/11) waktu lalu.

“Jadi selasa pagi (12/11) itu saudara Surin mau ke kantor MPC Pemuda Pancasila Surabaya, ketika mau masuk gang menuju kantor MPC, Surin malah didatangi sekitar 15 orang yang mengaku sebagai debt collector dari PT Lapan Anam Indonesia. Mereka merampas mobilnya secara paksa,” terang Hafiz.

Hafiz menjelaskan, para debt collector tersebut juga memaksa Surin untuk menandatangani surat penarikan mobil, dengan dalih bahwa mobil milik dia telah menunggak sepuluh anggsuran.

Baca Juga:  Klaim Warga Sulsel Jatim Dukung Prabowo, BPP KKSS: Lukman Ladjoni Tak Beretika

“Tanpa menunjukan surat tugas atau surat identitas, mereka langsung membentak Surin dan menanyakan apakah benar kamu yang namanya Surin dari Pemuda Pancasila? kamu itu sudah nunggak 10 angsuran. Ketika Surin mencoba menunjukan bukti pembayaran melalui handphonenya tiba-tiba salah satu dari mereka merebut kunci mobilnya dan langsung kabur membawa mobil Surin tersebut,” jelas Hafiz.

Dari tindakan kriminal yang dilakukan oleh pihak debt collector PT Lapan Anam Indonesia tersebut, Hafiz menyebut Surin selaku konsumen sangat dirugikan karena didalam mobil miliknya yang dibawa kabur terdapat sejumlah barang dan dokumen penting.

“Saudara kami Surin merasa sangat dirugikan. Karena selain mobilnya dibawa kabur secara paksa seperti begal. Barang pribadi miliknya seperti laptop, jam tangan, perhiasan cincin permata, sepatu, tas, jacket, dan kacamata juga dibawa kabur bersama mobilnya,” ungkapnya.

“Selain barang pribadi Surin, juga terdapat sejumlah dokumen penting milik Ormas Pemuda Pancasila Surabaya yang dibawa kabur oleh mereka (debt collector),” tambahnya.

Hafiz berharap, dengan kejadian ini semoga pihak aparat penegak hukum dapat menindak tegas perilaku dari PT Nissan Financial Services Indonesia (NFSI) yang dianggap sangat merugikan konsumen. Serta tindakan premanisme dari debt collector PT Lapan Anam Indonesia yang merampas paksa kendaraan mobil konsumen tanpa sesuai prosedur atau atauran yang berlaku.

“Semoga kejadian yang dialami seperti Surin tidak terjadi lagi kepada masyarakat lainnya, khususnya warga kota Surabaya. Karena hak-hak dari mereka sebagai konsumen atau nasabah sangat dirugikan,” pungkas Hafiz.

Dia juga mengimbau masyarakat Kota Surabaya agar cermat memilih perusahaan pembiayaan yang kredible, agar tidak terjebak pada modus penipuan oleh perusahaan pembiayaan yang merugikan konsumen. (AF)