Polda Jatim Tangkap Residivis Narkoba Jaringan Internasional

SURABAYA – Mata rantai peredaran narkoba kembali digagalkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur. Terbaru, sabu seberat 10,8 kilogram siap edar diamankan.

Sabu tersebut didapat petugas dari tangan tersangka Dio Anggriawan Soebandi (31), warga Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Gresik, pada 2 Januari 2020 lalu. Dio merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, tersangka Dio termasuk dalam jaringan Internasional. Tak tanggung-tanggung, sabu tersebut didapat tersangka Dio dari Malaysia.

“Sabu seberat 10,8 kilogram dikirim melalui jalur laut dari Myanmar menuju Serawak Malaysia yang kemudian dikirimkan lagi ke Pontianak Kalimantan Barat dan terakhir ke Surabaya. Lalu diedarkan oleh tersangka ke Madura,” kata Trunoyudo saat gelar rilis di Mapolda Jatim, Rabu (15/1/2020)

Baca Juga:  Sebanyak 4.279 Personil Polri dan ASN Polda Jatim Terima Kenaikan Pangkat

Penangkapan tersangka Dio, lanjut Trunoyudo dilakukan setelah pihaknya berdasarkan laporan masyarakat pada tanggal 22 Desember 2019 lalu. Kemudian Polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut.

“Dari tersangka Dio ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat lebih dari 10 kg, dan tersangka ini diduga jaringan internasional dan barangnya dari luar negeri,” ungkapnya.

Ditambahkan pula oleh Wadir Resnarkoba Polda Jatim, AKBP Nasriadi yang menyebutkan bahwa petugas sebelumnya melakukan pembuntutan kepada tersangka di Mojokerto, Jombang, Kediri dan Sidoarjo.

Kemudian tersangka Dio berhasil diamankan di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, saat berada di dalam mobil bernopol L 1455 IV warna abu-abu.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Tanggapi Pernyataan Amnesty International Terkait Penetapan Tersangka Veronica Koman

“Saat ditangkap, petugas mendapatkan barang bukti sabu 10.870 gram di dalam mobil yang disimpan di dalam tas yang diletakkan di bangku tengah sebelah kiri,” ungkapnya.

Nasriadi menambahkan bahwa dalam melakukan aksinya, pelaku yang juga merupakan residivis ini tidak sendiri.

“Tersangka Dio ini dikendalikan atau diarahkan oleh tersangka inisial Z untuk mengambil di Terminal 2 Bandara Juanda,” tambahnya.

Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolda Jawa Timur, dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 dan atau Pasal 114 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Ady)