Petugas Bandara Juanda Amankan Penumpang China Airlines, Karena Membawa Ratusan Proyektil Amunisi

SURABAYA – Petugas Bea Cukai Bandara Internasional Juanda Surabaya, berhasil mengamankan penumpang China Airlines CI-751 dari Taiwan (transit Singapura), karena kedapatan membawa proyektil amunisi, sabtu (23/02/2019) pukul 23.00 wib, di lokasi pemeriksaan T2 Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Pria berinisial SP, warga Bukit Pakis Utara, Surabaya, bersama keluarganya berjumlah 3 orang, sekitar Pukul 22.57 wib, datang ke Bandara Internasional Juanda Surabaya, dengan Pesawat Udara China Air Lines CI – 751, dari Taiwan Transit Singapura.

Sekitar Pukul 23.00 wib, pada saat melewati pemeriksaan XRay Bea Cukai, termonitor Petugas Bea Cukai (BC) terdekteksi bahwa ada barang salah seorang penumpang membawa barang yang mencurigakan.

Selanjutnya diadakan pemeriksaan secara manual dengan cara membongkar terhadap koper yang dibawa penumpang tersebut, dan didapati bungkusan yang terbalut isolasi warna putih yang diletakkan antara tumpukan baju sebanyak 5 bungkus.

Ternyata bungkusan itu berisi proyektil amunisi yang berjumlah total 400 butir dengan ujung berwarna putih dan merah. Adapun perincian bawaan penumpang tersebut sebagai berikut :

– 100 buah Splitzer Caliber 30 (tertulis dalam label bungkusan).
– 200 buah Held-X Caliber 30 (tertulis dalam label bungkusan).
– 100 buah Hornady ELD-X Caliber 700 mm (tertulis dalam label bungkusan).
Barang lainnya.
– 2 buah Styer AUG/MSAR Surpressor Adapter.
– 1 buah Pelatuk.

Baca Juga:  Bagasi Pesawat Lion Air Berbayar, Penumpang Asal NTT Kecewa

Berdasarkan keterangan penumpang itu saat diinterograsi petugas BC, bahwa proyektil didapat dari USA dan dibawa ke Indonesia yang akan digunakan untuk hunting atau berburu.

SP mengaku ke petugas BC bahwa dia adalah anggota Perbakin Surabaya. Proyektil tersebut nantinya akan dirakit lagi dan dimasukan kedalam selongsong yang berisi bubuk mesiu.

Selanjutnya SP di hadapan petugas BC, tidak bisa menunjukan surat pengadaan proyektil, dari pejabat berwenang kepolisian ataupun Perbakin.

Pelaku juga tidak bisa menunjukan angota Perbakin dengan alasaan ketinggalan di rumah. Sehingga SP, beserta barang bukti dibawa ke Kantor KPPBC TMP Juanda untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera kepada wartawan di Surabaya, Minggu malam, menyebut pelakunya berinisial SP, usia 36 tahun, warga Bukit Pakis Utara, Surabaya.

“Pelaku menumpang pesawat China Airlines CI-751 dari negara Taiwan, transit di Singapura, sebelum kemudian mendarat di Bandara Internasional Juanda pada sekitar pukul 23.00 WIB Sabtu malam, 23 Februari,” katanya.

Baca Juga:  Terus Berinovasi, Imigrasi Surabaya Buka Layanan ITAS di Bandara Juanda

Barang-barang bawaan SP dinilai mencurigakan saat melewati deteksi Sinar X di Bandara Juanda Surabaya.

“Kemudian dilakukan pemeriksaan secara manual dengan membongkar barang-barang di dalam koper yang dibawanya,” ucap Barung.

Petugas menemukan lima bungkus mencurigakan berbalut isolasi warna putih yang ditempatkan di antara tumpukan baju di dalam koper.

Menurut Barung, lima bungkus berbalut isolasi warna putih itu setelah dibongkar berisi total 400 butir proyektil senjata api berbagai jenis. “Juga ada beberapa bagian senjata api yang dibawanya,” katanya.

SP dalam penerbangan itu tidak sendirian, melainkan bersama tiga anggota keluarganya, masing-masing berinisial SoP, TV dan SIP, yang semuanya terdata sebagai warga negara Indonesia.

“Mereka mengaku pulang liburan dari Oregon, Amerika Serikat. Dari sanalah ratusan proyektil senjata api berbagai jenis ini didapat,” ucap Barung.

SP dalam proses penyelidikan sempat menunjukkan kartu anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Nomor 1177/13/B/2017 atas namanya sendiri.

Barung menandaskan sampai sekarang proses penyelidikan masih berlangsung. “Kami menduga ratusan amunisi proyektil dan beberapa bagian senjata api itu dibawanya masuk ke Indonesia secara illegal,” katanya. (*)