Perempuan Warga Surabaya Ajukan Permohonan Ganti Kelamin

SURABAYA – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menerima permohonan ganti kelamin. Kali ini seorang perempuan yang tinggal di Kota Surabaya mengajukan ganti kelamin dari perempuan ke laki-laki.

Sigit Sutriono, selaku Humas PN Surabaya menyatakan kebenaran adanya pengajuan ganti kelamin tersebut. Diakui identitas pemohon ini berinisial PN berusia 19 tahun.

“Iya benar, kita menerima permohonan ganti kelamin dari perempuan menjadi laki-laki 10 hari yang lalu. Kebetulan hakim pemeriksa perkaranya juga saya mas. Pemohonnya kelahiran Blora, 16 Juni 2000,” kata Sigit kepada LimaMenit.ID ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/10/2019).

Baca Juga:  JPU Sarankan Basis Band Boomerang Ikuti Pengobatan Medis

Sigit menjelaskan, ada dua alasan pemohon ganti kelamin. Pertama pemohon meminta agar Pengadilan mengesahkan pergantian kelamin dari perempuan ke laki-laki dan kedua untuk merubah pencatatan identitas kependudukannya di Kantor Dispendukcapil Surabaya.

“Pemohon awalnya berkelamin ganda (perempuan dan laki-laki). Namun seiring secara fisik pemohon lebih nyaman dengan jenis kelamin laki-laki dan dia minta diubah (secara hukum) untuk ditetapkan sebagai laki-laki karena kromosomnya memang dominan laki-laki,” paparnya.

Dari kelamin ganda tersebut, masih kata Sigit, Pemohon telah melakukan tindakan medis dan mematikan organ kelamin perempuanya, karena organ kelamin laki-laki nya lebih berkembang.

Baca Juga:  Sidang Permohonan Ganti Kelamin Putri Natasiya Kembali Batal Digelar

“Kelamin wanitanya sudah disuntik melalui tindakan medis dan sudah tidak berfungsi lagi,” imbuh Sigit.

Sedangkan pekerjaan PN sehari-hari diketahui sebagai satpam di sebuah sekolah kawasan Surabaya Timur.

“Pemohon ini sehari-hari bekerja sebagai satpam atau sekuriti di sebuah SD di sekitar tempat tinggalnya di Surabaya Timur,” ujar Sigit.

Saat ini kasus permohonan ganti kelamin tersebut telah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

“Sudah sidang sekali tapi ditunda karena pemohon belum siap. Minggu depan baru sidang lagi,” pungkas Sigit Sutriono. (Ady)