Pengawasan Malam Tahun Baru, Kanim Tanjung Perak Gelar Razia Orang Asing

SURABAYA – Menjelang malam pergantian tahun, Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Tanjung Perak melaksanakan razia terhadap keberadaan orang asing, di restoran rumah makan di daerah Surabaya, pada Selasa (31/12) malam.

Tiga rumah makan yang dilakukan razia yaitu, Restoran Korea Son Ga, Restoran China Ming Garden, keduanya berada di Jalan HR Muhammad Surabaya, dan Restoran Jepang Kayu Contemporary yang berada di Lantai 5 Hotel Srijaya.

Dalam razia yang dipimpin langsung oleh Iyan Sagala selaku Kasubsi Intelejen Kanim Tanjung Perak dibagi menjadi tiga tim.

“Dalam melaksanakan pengawasan orang asing dalam rangka pengamanan malam tahun baru kami melakukan razia di tiga tempat, satu di restoran Son Ga, yang kedua di restoran Kayu Contemporary dan yang ketiga ada di restoran Ming Garden,” terang Iyan.

Baca Juga:  3 UPT Jajaran Kemenkumham Jatim Berpotensi Raih WBK, 2 Lainnya Punya Peluang WBBM

Di restoran Son Ga petugas menemukan dua orang asing yang berada disana. “Dua orang asing yang ditemukan di restoran Son Ga, tetapi semuanya memiliki izin yang sesuai aturan perundang-undangan sebagai investor,” jelas Iyan.

Sementara, waktu razia di restoran Ming Garden, petugas Intaldakim Kanim Tanjung Perak juga menemukan dua warga negara asing yang berkebangsaan Tiongkok.

“Di Ming Garden ada dua orang asing yang kita temukan, warga negara Tiongkok dan keduanya juga memiliki izin bekerja,” katanya.

Sedangkan razia di restoran Kayu Contemporary petugas hanya menemukan satu orang asing yang berkewarganegaraan Jepang.

Baca Juga:  Krismono Apresiasi Kolaborasi Kinerja Kanim Tanjung Perak dan Pemkab Bojonegoro Untuk Majukan UKK

“Razia di restoran Kayu kami menemukan satu orang Jepang berposisi sebagai chef dan juga memiliki sertifikat,” ujarnya.

Iyan menyampaikan bahwa, target operasi adalah restoran rumah makan yang diduga memfasilitasi orang asing bekerja.

“Pada malam penutupan tahun baru ini kita razia beberapa Rumah Makan untuk mengetahui apakah orang asing tersebut menyalahgunakan visa ijin tinggal selama berada di Indonesia apa tidak,” pungkasnya. (AF)