Pengadilan Negeri Surabaya Raih Predikat WBK dari KemenPAN-RB

SURABAYA – Tidak mau berhenti untuk melanjutkan jejak Sujatmiko yang pernah menjabat sebagai ketua di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada tahun 2015 lalu, untuk lebih berinovasi berhasil dicapai Nursyam.

Selama tongkat kepemimpinannya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Nursyam berhasil menerima predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kemenpan-RB, pada Selasa, (10/12/19) kemarin.

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Sujatmiko, mantan ketua Pengadilan Negeri Surabaya yang kini bertugas sebagai Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar. Seperti diketahui, sebelum menjabat ketua PN, Nursyam pernah menjadi wakil Sujatmiko.

“Selamat untuk Pengadilan Negeri Surabaya atas penghargaan predikat WBK kemarin diterima. Saya bertemu dengan pak Ketua (Nursyam) waktu lalu. Kebetulan saya juga hadir sebagai perwakilan Pengadilan Tinggi Denpasar yang juga mendapatkan perhargaan predikat WBK,” ucap Sujatmiko saat dikonfirmasi Lima Menit melalui by phone, Kamis (12/12/2019).

Baca Juga:  Jaksa Loloskan Kurir 30 Kilogram Sabu Dari Hukuman Mati

Inovasi untuk terus meningkatkan pelayanan Pengadilan Negeri Surabaya yang telah didapatkan sepanjang Sujatmiko sampai Nursyam itu diantaranya seperti E-Court yang kini menjadi pion atau role model bagi seluruh PN di Indoenisa.

Sebelumnya, PN Surabaya juga mendapat sertifikasi dari ISO 9001 tahun 2015 serta dari Badan Peradilan Umum MA RI dengan nilai “A” Excelent. Artinya, penghargaan yang baru diterima PN Surabaya setingkat lebih tinggi dari sebelumnya.

Terpisah, Humas PN, Martin Ginting menjelaskan, bahwa indikasi PN surabaya terbilang terbesar berdasarkan jumlah perkara yang disidangkan setiap tahunnya.

“Ada 9000 perkara yang ditangani per tahunnya. Di Ibukota pun belum bisa mencapai angka itu. Kemungkinan 6000 saja,” terang Ginting, Kamis, (12/12).

Atas pencapaian ini, masih kata Ginting, merupakan awal dari langkah menuju peradilan modern. Hal ini bukan lain hanya untuk melayani masyarakat khususnya di Surabaya dan Jawa Timur.

Baca Juga:  Pria Asal Sampang Madura Tak Akui Dirinya Rampok Ruko Lenmarc

“Sesuai dengan azas dalam peradilan adalah peradilan cepat dan murah. Seiring dengan kemajuan teknologi digital. Dan melayani peradilan melalui aplikasi,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya terus berjuang untuk mendapatkan predikat lebih tinggi lagi. Karena PN Surabaya menjadi PN Mandatori atau yang ditunjuk untuk diuji dinilai dalam hal Zona Integritas.

Zona Integritas yang dicanangkan oleh Menpan RB akan dinilai kembali, untuk menuju Wilayah Birokasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Setelah masuk kategori WBK, ada tingkatan yang harus kita capai yaitu WBBM dalam hal pelayanan masyarakat. Ini grate nya akan lebih tinggi lagi,” lanjutnya.

“Mudah-mudahan semua apa yang kami persembahkan ini adalah semata-mata untuk kepentingan masyarakat khususnya di Surabaya,” tandasnya. (Ady)