Pegawai Pasang Logo Hitam Imigrasi Pasca Ronny Sompie Diberhentikan

JAKARTA — Pasca pencopotan Ronny F Sompie sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, sejumlah pegawai Ditjen Imigrasi memasang logo instansinya dengan latar warna hitam di status media sosial.

Hal ini dilakukan setelah pemberhentian Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, pada Selasa (28/1/2020) siang kemarin.

Logo imigrasi yang umumnya berwarna hijau dan emas dengan latar belakang putih diubah menjadi berwarna putih dan abu dengan latar belakang hitam. Logo ini setidaknya dipasang oleh mantan Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando.

Ketika ditanyakan apakah logo hitam imigrasi sebagai tanda berkabung dan melihat ada yang janggal dalam pemberhentian Ronny, mereka enggan menjawab.

”No comment (tidak ada komentar terkait pemasangan logo hitam imigrasi dalam status Whatsapp-nya),” ucap Sam saat dikonfirmasi oleh Wartawan, Rabu (29/1/2020).

Mantan Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando memasang logo imigrasi berwarna hitam dalam status Whatsapp, Selasa (28/1/2020), setelah pemberhentian Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie.

Baca Juga:  Yasonna Laoly Copot Ronny Sompie dari Jabatan Dirjen Imigrasi

Sementara Ali dari Biro Humas Kemenkumham membenarkan adanya pemasangan logo hitam imigrasi dalam media sosial para pegawai. Menurut dia, tindakan tersebut sebagai wujud empati dan rasa terima kasih kepada Ronny.

”Saya pikir, sebuah kewajaran jika sebuah keputusan tidak bisa membuat bahagia semua orang,” kata Ali.

Mantan Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando memasang logo imigrasi berwarna hitam dalam status Whatsapp, Selasa (28/1/2020), setelah pemberhentian Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie.

Ali pun turut memasang status Whatsapp terkait pemberhentian Ronny. Namun, ia memasang foto Ronny yang penuh warna.

Ditjen Imigrasi, menurut Ali, juga baru berulang tahun ke-70 pada 26 Januari 2020. ”Jadi, saya memilih mengenang beliau (Ronny) dengan penuh warna. Beliau sudah bekerja dengan baik,” tuturnya.

Menkumham Yasonna Laoly memberhentikan Ronny Sompie dengan alasan agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam tim independen. Pembentukan tim independen bertujuan untuk menyelidiki duduk persoalan atas kejanggalan pemberian informasi pelintasan Harun Masiku, tersangka penyuapan komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan, terkait pergantian anggota DPR.

Baca Juga:  Dirjen Imigrasi Hormati Proses Hukum KPK

Yasonna kemudian menunjuk Inspektur Jenderal Kemenkumham Jhoni Ginting sebagai Pelaksana Harian Dirjen Imigrasi.

Selain Ronny Sompie, Yasonna juga memberhentikan Direktur Sistem dan Teknologi Keimigrasian (Sisdik) Alif Suaidi yang dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keterlambatan sistem informasi imigrasi.

Pasalnya, sempat terjadi simpang siur informasi terkait keberadaan Harun. Awalnya, Ditjen Imigrasi menyatakan Harun meninggalkan Indonesia menuju Singapura pada 6 Januari.

Tak ada kabar dari Ditjen Imigrasi mengenai kepulangan Harun, Yasonna pun menyatakan Harun belum berada di Indonesia. Baru pada 22 Januari, Ditjen Imigrasi mengubah informasi bahwa Harun telah kembali ke Indonesia sejak 7 Januari, sehari sebelum operasi tangkap tangan KPK terhadap Wahyu Setiawan.

Pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta pun menolak disalahkan atas keterlambatan informasi pihak Imigrasi terkait pelintasan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi, Harun Masiku.(Red/kps)