Nekat Berkumpul Ditengah Ancaman Wabah Covid-19, Berikut Langkah Aparat Kepolisian

SURABAYA – Guna menindaklanjuti maklumat Kapolri terkait corona virus deasea (Covid) 19 sejak disebarkan pada 19 Maret 2020 lalu, terkait wabah corona virus deasea (Covid) 19 masuk di Indonesia.

Polda Jatim bersama Pemprov Jatim dan TNI akan membubarkan kerumunan massa dengan menggelar operasi secara serentak di beberapa tempat hiburan dan kerumunan massa.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi di Gedung Tribrata Mapolda Jatim, Senin (23/3/2020).

“Mulai malam ini, kita (Polda Jawa Timur) dibantu TNI dan Pemprov Jawa Timur akan berkeliling ke seluruh penjuru kota. Dengan langkah ini kami lakukan untuk membubarkan setiap keramaian di tempat hiburan dan kerumunan massa,” kata Luki secara tegas.

Baca Juga:  Pembuat Akun Driver Ojol Palsu Diringkus Tim Jogoboyo, GoJek Merugi Rp400 Juta

Menurutnya, langkah ini disepakati setelah pihaknya menggelar video conference (vicon) bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi.

“Kami sudah vicon dengan seluruh Kapolres se-Jatim, Dandim dan juga Bupati Walikota dan jajaran untuk melakukan pembubaran massa secara bersama mulai malam ini,” paparnya.

Kapolda menegaskan, seluruh masyarakat beberapa agar tetap tinggal di rumah saja. Hal ini demi menghindari penularan wabah corona atau Covid-19.

Yang mana di Jatim, telah ada 41 pasien positif corona, 88 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 999 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Kita lakukan tindakan represif membubarkan tempat hiburan yang banyak dikunjungi oleh massa. Untuk malam ini sudah kami mulai, dan ini ke depan polres-polres tadi sudah saya sampaikan untuk melakukan hal yang sama, yakni di tempat hiburan dan juga di tempat umum. Tadi kami sampaikan kami sepakat dengan Panglima (Pangdam) bersama melakukan penertiban ini,” tegas Luki.

Baca Juga:  Total Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di Jatim Jadi 17 Orang

Ketika disinggung terkait apakah pihaknya memberlakukan jam malam, Luki menyebut tidak. Namun, stakeholder terkait akan senantiasa berkeliling dan membubarkan setiap keramaian.

“Tidak (ada jam malam) kita tetap melakukan imbauan pembubaran lebih masif dan lebih tegas. Kita sampaikan terkait sampai di desa kita aktifkan poskamling, kita libatkan semua perangkat dari level bawah untuk ikut aktif agar masyarakat tidak keluar dari rumah masing-masing,” pungkasnya. (Ady)