Motif Kasus Pembakaran Istri di Surabaya Mulai Terungkap di Persidangan

SURABAYA – Motif pembakaran terhadap Putri Narulita yang dilakukan oleh terdakwa Maspuryanto, tak lain suaminya sendiri mulai terungkap. Hanya karena rasa cemburu, diakui korban saat menjadi saksi di persidangan, Rabu (12/2/2020).

“Saya dibakar setelah meminta cerai dan mau pulang ke desa saya di Tuban,” ujar Putri saat bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (12/2).

Diungkapkan Putri, kebahagian rumah tangganya dengan terdakwa Maspuryanto hanya berjalan 45 hari dari masa perkawinannya yang dilangsungkan pada 27 Agustus 2019.

Baca Juga:  Akhirnya Henry J Gunawan dan Iuneke Akui Palsukan Keterangan Pernikahan

“Memang sering cekcok, cemburunya tidak beralasan. Saya dilarang pegang hp dan kalau marah selalu menghina dan berkata kotor. Kadang juga mukul,” ungkapnya dihadapan majelis hakim yang diketuai Hisbullah Idris.

Perbuatan terdakwa Maspuryanto ini telah membuat Putri mengalami luka bakar dibagian wajah, leher, dada, tangan dan kaki. Bahkan hingga saat ini, luka bakar dibagian lehernya masih belum kering.

“Dirawat selama 22 hari dan sampai saat ini masih menjalani rawat jalan,” terang Putri.

Keterangan Putri dibantah terdakwa Maspuryanto dengan mengatakan pembakaran tersebut dilakukan secara spontan.

Baca Juga:  Mak Susi Divonis 7 Bulan Penjara Terkait Kerusuhan AMP Surabaya

“Saya lakukan spontan pak hakim,” pungkasnya.

Selain menghadirkan saksi Putri dalam persidangan, JPU Fathol Rasyid juga menghadirkan ibu kandung dari Putri dan bapak kos Putri bernama Heri.

Diketahui, Peristiwa suami bakar istri ini terjadi disebuah kamar kos di Jalan Ketintang II. pada (15/10) lalu. Usai membakar istrinya, terdakwa Maspuryanto sempat melarikan diri.

Sehari kemudian, Polisi berhasil menangkap terdakwa Maspuryanto dirumahnya di Desa Bulumulyo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Ady)