Moeldoko: Presiden Selalu Tekankan Agar Investor Mendapat Kemudahan

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko SIP menegaskan, kondisi keamanan dan ekonomi Indonesia baik dan stabil. Karena itu investor tidak perlu khawatir, pemerintah menjamin keselamatan para investor.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko yang didampingi Deputi III KSP Denni Puspa Purbasari dalam pertemuan dengan perwakilan Amcham, lembaga keuangan dan asuransi internasional, serta Facebook di Bina Graha, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Moeldoko menyadari, selain profit yang baik, investor membutuhkan kecepatan dalam pengurusan perizinan dan kepastian regulasi. “Dalam beberapa kali kesempatan Presiden Jokowi selalu menekankan agar investor mendapatkan kemudahan dalam mengurus investasi. Bahkan investor baru perlu pengawalan agar bila muncul kebingungan ada tempat bertanya,” tandasnya.

Peningkatan investasi menjadi salah satu cara untuk mencapai visi Presiden Jokowi, yakni terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong.

Untuk meraih hal tersebut, diperlukan 4 pilar, yaitu (i) pembangunan infrastruktur, (ii) pembangunan sumber daya manusia (SDM), (iii) reformasi birokrasi dan struktural, serta (iv) teknologi dan inovasi.

Baca Juga:  Indonesia Ajak RRT Berkolaborasi dalam Konsep Indo-Pasifik

Muaranya adalah meningkatkan pendapatan per kapita setara dengan negara maju, yaitu di atas USD12.055. Di sinilah perlunya peningkatan ekspor dan investasi. “Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan hubungan investasi dan perdagangan dengan berbagai negara mitra besar, seperti AS,” kata Moeldoko.

John Goyer Executive Director, Southeast Asia Amcham menyampaikan pandangannya terkait keamanan dan stabilitas nasional Indonesia terutama isu radikalisasi, dimana hal tersebut juga berpengaruh pada ketertarikan investor untuk berinvestasi di Indonesia. “Indonesia memiliki kesempatan yang besar, banyak kesempatan yang investor miliki jika berinvestasi di Indonesia” katanya.

Hal lain yang juga disinggung soal pentingnya pertumbuhan ekonomi suatu negara, sehingga mereka akan membuka kesempatan bekerja sama dengan Indonesia. “Amcham akan membuka kesempatan dengan Indonesia, tidak hanya dalam bidang teknologi finansial (fintech) namun juga aspek lain seperti dalam ranah asuransi bencana alam.”

Baca Juga:  Jokowi Kembali Berjumpa Nyak Sandang, Kali Ini di Aceh

Sementara itu perwakilan Facebook di Indonesia melaporkan, kontribusi mereka untuk meningkatkan literasi digital, khususnya pada UMKM di seluruh Indonesia. “Kami akan mengadakan pelatihan di berbagai kota besar, seperti di Medan, Jakarta, Bandung, dan Surabaya,” jelasnya.

Deputi III KSP Denni Puspa Purbasari menyatakan, revolusi industri 4.0 akan mentransformasi banyak hal, seperti transformasi masyarakat, ekonomi/bisnis, dan pemerintahan itu sendiri. Dalam transformasi ini Indonesia membuka diri untuk berkolaborasi dengan banyak pihak. “Kami berharap AS, yang leading dalam kemajuan teknologinya, bisa semakin mempererat kerja sama dengan Indonesia di bidang ini,” ujarnya.

Menurutnya, potensi ekonomi Indonesia akan direalisasikan selaras dengan konteks zaman yang dinamis. Itu artinya, pemerintah akan menyesuaikan dan regulasi juga bakal berevolusi. (Red).