Menuju WBK, Lapas Surabaya dan Sidoarjo Dapat Penguatan Dari Staf Ahli Menkumham

SIDOARJO – Banyak ilmu yang didapatkan tim pokja pembangunan ZI menuju WBK/ WBBM Lapas Surabaya dan Lapas Sidoarjo hari ini (22/7). Pasalnya, staf ahli Menkumham Bidang Politik dan Keamanan Y Ambeg Paramarta memberikan penguatan pembangunan ZI menuju WBK/ WBBM.

Penguatan berlangsung dua arah, proses transfer dan sharing knowledge berlangsung dengan intens.

Ambeg mengungkapkan bahwa pembangunan Zona Integritas itu adalah bagian dari Reformasi Birokrasi sejak 2004. Sehingga, sebenarnya bukan hal yang baru. Untuk itu, dia meminta agar pembangunan ZI dilaksanakan serentak.

Baca Juga:  Temui Kapolresta Sidoarjo, Kalapas Surabaya Jalin Sinergitas

Menurutnya, untuk meraih WBK/ WBBM tidak bisa dibuat sendirian. Tidak bisa pakai sistem pilot project. Semuanya harus terlibat. Agar tidak ada iri hati.

“Pekerjaan membangun ZI bukan pekerjaan satu orang. Bukan one man show,” terangnya.

Selain itu, pembangunan ZI tidak dilakukan hanya eventual saja. Tetapi harus terus menerus. Salah satu kunci keberhasilan WBK, menurutnya, bisa diukur melalui evaluasi SOP layanan publik seperti kunjungan, PB, CB dan CMB. Selain itu, juga dengan adanya survey kepuasan layanan yang mudah diakses. Karena IPK dan IKM mekanisme untuk mengukur akuntabilitas instansi publik.

Baca Juga:  Ajak Kepala UPT Kemenkumham Jatim Kuatkan Konsep Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan

“Tidak hanya diakses secara fisik. Tapi kebebasan untuk memberikan feedback,” ujarnya.

Penguatan pembangunan ZI itu dilakukan di Lapas Surabaya dan Lapas Sidoarjo. Seluruh anggota pomja di brainwash oleh Ambeg. Staf ahli juga melakukan evaluasi teknis pelaksanaan pembangunan ZI. Termasuk meninjau perbaikan sarana dan pra sarana yang ada.

Di sisi lain, ada pula tim internal yang malekukan survey kepuasan kepada stakeholder baik kepada pegawai, WBP maupun pengunjung. (Red).