Mak Susi Divonis 7 Bulan Penjara Terkait Kerusuhan AMP Surabaya

SURABAYA – Berbeda dengan Tri Susanti alias Mak Susi, terdakwa kasus penyebaran berita hoaks terkait perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya. Setelah dinyatakan bersalah dan divonis 7 bulan penjara, dengan suara lantang Mak Susi berteriak “Merdeka…!!”.

Pekikan Merdeka terus dilontarkan Mak Susi serta pendukungnya saat hendak meninggalkan ruang sidang hingga menuju ruang tahanan PN Surabaya.

“Merdeka… Merdeka… Merdeka… Dipenjara demi merah putih…!!,” pekik Mak Susi sambil mengepalkan tangan, Senin (3/2/2020).

Sidang dengan agenda putusan digelar di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ruang sidang terlihat dipenuhi pengunjung yang sengaja datang untuk melihat berlangsungnya persidangan.

Alasan majelis hakim yang diketuai oleh Yohannes Hehamony mejatuhkan hukuman 7 bulan penjara yakni, menilai penyebaran berita hoaks tersebut menimbulkan keonaran yang menyulut emosi masyarakat.

Baca Juga:  Hakim PN Surabaya Kabulkan Putri Berstatus Menjadi Laki-laki, Berikut Reaksi Ibu Kandungnya

“Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, melihatkan sikap permusuhan kepada negara dan menunjukkan ekspetasi kebencian,” ujar hakim Yohannes Hehamony saat membacakan amar putusannya, Senin (3/2/2020).

Dalam kasus ini, majelis hakim tidak menemukan alasan pemaaf atau pembenar yang dapat membebaskan Mak Susi dari pertanggungjawaban hukum. Sehingga Mak Susi haruslah dijatuhi hukuman pidana sesuai dengan perbuatannya, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Tri Susanti alias Mak Susi terbukti secara sah dan meyakinkan menyiarkan kabar yang tidak pasti atau lengkap, mudah menimbulkan kericuhan. Menjatuhkan pidana penjara selam 7 bulan dikurangi pidana seluruhnya yang telah dijalankan,” tandas hakim Yohannes Hehamony.

Atas putusan tersebut, Mak Susi mengaku menerima. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim, Muhammad Nizar mengaku pikir-pikir.

Baca Juga:  Diperiksa Selama 12 Jam, Polda Jatim Tahan Mak Susi dan SA Terkait Kasus Rasialisme Mahasiswa Papua

Terpisah, Mak Susi mengaku tak menyangka dengan putusan majelis hakim. Ia tetap bersikukuh tidak bersalah karena membela bendera merah putih.

“Saya dihukum karena membela kehormatan bangsa, membela kehormatan merah putih,” ujarnya.

Saat ditanya alasannya tidak melakukan upaya hukum atas putusan hakim, Mak Susi enggan mengatakannya.

“Yang pasti sudah saya pertimbangkan dengan penasehat hukum,” pungkasnya.

Diketahui, Vonis mejelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Kejati Jatim yang sebelumnya menuntut Mak Susi dengan hukuman penjara selama 1 tahun.

Dalam kasus ini, Mak Susi didudukan sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya lantaran diduga menyebar berita bohong atau hoaks melalui sarana elektronik yakni WhatsApp terkait perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya pada Jum’at (16/8/2019) lalu. (Ady)