Langkahi Makam Pendiri NU, Sandiaga Minta Maaf

JAKARTA — Calon wakil presiden no urut 02 Sandiaga Uno menyampaikan permohonan maaf terkait dirinya melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama ( NU), KH Bisri Syansuri, yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.

“Pertama-tama, ya tentunya permohonannya maaf. Manusia itu pasti ada khilaf. Saya hampir tiap hari ziarah ke kubur dan selalu ada pemandunya. Tadi saya ziarah kubur juga ada pemandunya. Dan tanpa mau menyalahkan siapa-siapa, saya harus berani mengambil risiko bahwa ini kesalahan dari saya,” ungkap Sandiaga saat diwawancarai usai acara dialog dan ngopi bareng wirausaha milenial di Warkop 45 Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Riau, Senin (12/11).

Sandiaga mengaku kerap dipandu setiap kali berziarah. Kejadian di makam Kiai Bisri telah memberinya pelajaran untuk lebih menghormati persemayaman tokoh Islam.

“Dalam ziarah tersebut, tadi juga ada ziarah kubur, di sini juga ada pemandunya, dan tanpa mau menyalahkan siapa-siapa, saya harus berani mengambil risiko ini bahwa kesalahan ada di saya,” ujarnya.

“Oleh karena itu kesalahan saya, saya mohon maaf. Dan tentunya manusia penuh khilaf, penuh salah. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf,” imbuh Sandiaga.

Baca Juga:  Debat Capres Keempat, Jokowi: Pak Prabowo Tidak Percaya pada TNI Kita
Baca : VIRAL! Video Sandiaga Uno Langkahi Makam Pendiri NU

Peristiwa Sandiaga melangkahi makam menjadi pergunjingan publik. Dalam video yang diunggah di akun Twitter @ChandraMalik, Sandi terlihat melangkahi makam kiai Bisri yang merupakan pendiri Ponpes Denanyar Jombang.  Video berdurasi 15 detik yang tersebar di media sosial memperlihatkan Sandi mengenakan sarung dan berkopiah hitam tengah menabur bunga bersama capres Prabowo Subianto.

Alih-alih berjalan melalui tepian kubur, Sandi dalam video tersebut terlihat melangkahi makam untuk kemudian nyekar ke makam yang berada di sebelahnya.

Baca : Tepis Isu Viral Injak Kuburan, Sandiaga: Saya Lewati Tembok Pemisah

Menanggapi tindakan Sandiaga tersebut, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan warga NU tidak berani untuk melangkahi makam karena menurut Said, tidak sesuai etika.

“Kalau warga NU tidak berani sama sekali bahasanya takut kualat, ” ujar Said Aqil di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/11).

Said sendiri mengaku tidak berani melangkahi makam. “Tidak berani, bukan karena politik (di luar konteks politik), ya saya saja tidak berani,” ujar Said.

Baca Juga:  Demi NU, Lora se-Madura Bertekad Jungkir Balikkan Suara Prabowo

Semetara itu, Calon Wakil Presiden (cawapres) Kiai Ma’ruf Amin angkat bicara terkait insiden pelangkahan makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Bisri Syansuri oleh Sandiaga Uno. Ma’ruf menilai apa yang dilakukan calon wakil presiden nomor urut 02 itu menyangkut adab berziarah kubur.

“Itu kan soal adab, soal adab dan soal etika ya,” kata calon wakil presiden pendamping Joko Widodo itu di Jakarta, Selasa (13/11).

Namun, Ma’ruf menyerahkan penilaian terkait adab dan etika itu kepada warga di lokasi. Meskipun, menurut calon wakil presiden nomor urut 01 itu, melangkahi makam apalagi seorang ulama besar telah menyalahi etika.

“Ya jadi mungkin, apalagi makam seorang ulama besar dilangkahi misalnya, itu soal nanti masyarakatlah,” kata Ma’ruf lagi.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) non-aktif itu, adab yang baik saat melakukan ziarah makam adalah dengan berdoa. Dia mengatakan, peziarah juga bisa meminta berkah kepada ulama atau wali tersebut. “Saya kira itu saja, dan tentu berlaku santunlah, menghormati pada makam itu saya kira,” tandas Ma’ruf Amin. (Vic)