Langgar Hak Cipta, Bos Karaoke Rasa Sayang Jadi Tersangka

SURABAYA – Ditreskrimsus Polda Jatim menetapakan seorang Bos pemilik tempat karaoke Rasa Sayang yang berinisial IK sebagai tersangka atas kasus Hak Cipta (HAKI). Penetapan tersebut dikeluarkan Penyidik karena telah melakukan pembajakan lagu.

“Karya ciptaan atau koleksi lagu yang ada di tempat karaoke Rasa Sayang ini digandakan dengan menggunakan server, lalu disebarkan. Sehingga bisa diakses publik dan dipergunakan para pengusaha untuk komersial serta keuntungan,” kata Kompol Dodol Priyambodo, Kanit I HAKI Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim.

Selain itu, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Yusep Gunawan menambahkan bahwa tersangka IK dilaporkan pihak Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), pada tanggal 9 Oktober 2018 lalu.

Baca Juga:  Komitmen Berantas Narkoba, Kakanwil Kemenkumham Ikut Musnahkan BB Narkoba di Polda Jatim

“Yang bersangkutan ini dilaporkan karena tidak membayar royalti. Sejak 2016 lalu ada beberapa lagu koleksi di tempat karaoke Rasa Sayang yang royaltinya tidak dibayarkan kepada LMKN melalui Koordinator Pelaksana Penarikan, Penghimpunan dan Pendistribusian Royalti (KP3R),” jelas Yusep saat merilis kasus pelanggaran HAKI di depan Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Selasa (22/10/2019).

Sebelum dilaporkan ke Polisi, tersangka IK telah disomasi pihak LMKN hampir dua kali. Namun tersangka tak kunjung memberikan jawaban.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 117 ayat 2 dan atau ayat 3 Undang-undang nomor 28 tahun 2014 tentang hak cipta.

Baca Juga:  Kerap Resahkan Warga Sidoarjo dan Mojokerto, Lima Komplotan Pelaku Curanmor Dilumpuhkan Polisi

“Kalau untuk ayat 2, tersangka terancam 4 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar. Sedangkan ayat 3 ancaman hukumannya maksimal 10 tahun dan denda Rp 4 miliar,” pungkasnya. (Ady)