La Nyalla Raih Suara Terbanyak, Pemuda Pancasila Sumenep Terimakasih Pada Warga Madura

- Advertisement -

SUMENEP – Nik Homaidi Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumenep, Madura sangat berterima kasih terhadap warga negara Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Sumenep yang turut mensukseskan pesta demokrasi pada 17 April 2019 lalu.

Selain kepada masyarakat, Homaidi juga mengucapkan banyak terima kasih terhadap penyelenggara Pemilihan Umum 2019 seperti KPU. Serta kepada aparat keamanan seperti TNI, POLRI dan Bapak bapak hansip yang turut mengawal kondusifitas agar berjalan dengan lancar dan sukses.

Dikatakannya, sebagai warga negara Indonesia yang baik khususnya masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura harus bisa berlapang dada soal pilihan yang berbeda. Kalau nanti ada persoalan terkait Pemilu 2019, Dia mengajak masyarakat agar lebih cerdas menyikapi masalah dan langsung melaporkan ke Bawaslu bahkan sampai ke Mahkamah Agung yang sudah disiapkan oleh negara mengenai persoalan dalam Pemilu.

“Sekarang ini kan masih berjalan proses perhitungan Real Count dari KPU. Mari kita hormati penyelenggara (KPU red) yang sifatnya independent. Dan janganlah kita sampai mengambil hukum sendiri,” kata Homaidi pada wartawan, Sabtu (4/5).

Adapun ucapan terima kasih yang diberikan Nik Homaidi selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumenep terhadap masyarakat Madura karena telah memberikan suaranya terhadap La Nyalla Mahmud Mattalitti yang mempunyai tekad menjadikan Jawa Timur Makmur menuju kursi DPD RI Dapil Jatim.

Untuk itu, Homaidi mengajak masyarakat madura menyudahi polemik yang pernah terjadi seperti ucapan La nyalla masalah potong leher. Menurutnya dalam ranah politik, ucapan Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur sudah jelas perihal masalah penyemangat khusus para kadernya.

Karena dalam ucapan orang Politik, hal yang sama juga pernah dilakukan seperti Anas Urbaningrum yang pernah berujar jika dia korupsi maka siap untuk digantung di Tugu Monas Jakarta. Oleh sebab itu, sebagai anak bangsa khususnya masyarakat Madura yang terkenal santun untuk menyudahi persoalan itu dan kembali hidup rukun bergandengan tangan.

“Sebaiknya kita selaku masyarakat Madura yang dikenal santun untuk menyudahi persoalan persoalan yang tidak jelas. Mari kita kembali ke posisi kita masing masing dalam beraktivitas dan bersama sama untuk membangun bangsa,” tutupnya. (Red).

- Advertisement -