La Nyalla Desak PSSI Bongkar Kasus Mafia Bola

Mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti
- Advertisement -

SURABAYA – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) didorong untuk menindaklanjuti keluhan dari Madura FC tentang indikasi pengaturan skor di Liga 2, 2018.

Keluhan manajemen Madura FC tentang indikasi adanya prakter pengaturan skor di Liga 2 seolah membuka tabir bahwa sepak bola Indonesia belum benar-benar bersih. Sungguh miris mengingat PSSI sedang mengampanyekan sepak bola profesional dan bermartabat.

Mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti mendesak kepada PSSI untuk berani membongkar kasus mafia bola yang di keluhkan oleh direktur Madura FC. Menurutnya, Kasus Madura FC bisa menjadi pintu masuk membuka praktik-praktik gelap (mafia bola) di sepak bola nasional.

“Sudah waktunya PSSI harus berani membongkar kasus mafia bola di PSSI,” kata la Nyalla, dikutip Abadikini.com, Sabtu (17/11/2018).

Tokoh Jawa Timur yang kini maju menjadi calon DPD RI ini meyakini bahwa praktek-parkter kotor untuk mengatur skor dalam setiap laga pertandingan selalu ada. Ia mengaku disaat kepemimpinannya dulu ia ingin memberantas mafia bola akan tetapi ia difitnah oleh para kelompok mafia bola.

“Saya masih ingat sekali kepengurusan saya waktu itu difitnah sebagai mafia bola padahal yang menyuarakan itu justru para mafia bola itu sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: PSSI Wajib Bayar Utang Rp. 13,9 Miliar Ke La Nyalla

La Nyalla meyakini dengan mencuatnya kembali kasus mafia bola yang di sampaikan oleh Madura FC ini bisa menjadi pemicu untuk memperbaiki PSSI kedepanya.

“Saya yakin Allah SWT mboten sare muda-mudahan segera terkuak mafia bola sebenarnya,” harap La Nyalla.

Baca Juga: KONI Jatim Penyumbang Medali Terbanyak Indonesia

Sebelumnya, Wakil (Komisi Disiplin) Komdis Asprov PSSI Jawa Timur (Jatim) Makin Rahmat, keluhan Madura FC harus ditelusuri lebih dalam oleh PSSI. Benang-benang kusut harus diurai sehingga terbongkar dalang di balik permainan skor itu.

“Benang merah harus diungkapkan ke permukaan. Jadi, tidak bisa sepihak. Semua harus ditelusuri dengan transparan dan terbuka,” kata Makin kepada media, Kamis (15/11) malam.

Makin tak menampik anggapan bahwa babak delapan besar Liga 2 memang rawan pengaturan skor oleh ‘tangan-tangan gaib’. Sebab setiap tim pasti bernafsu untuk lolos ke Liga 1 musim depan.

Oleh sebab itu, Makin berharap Komdis PSSI tidak bergerak sendirian untuk mengurai masalah yang dimulai dari keluhan Madura FC itu. Dibutuhkan pihak lain yang membantu Komdis guna menghasilkan keputusan yang cermat dan tepat sasaran.

“Tanpa harus melabrak regulasi dan statuta, semua harus diurai secara gamblang. Termasuk bila ada oknum yang diduga punya power untuk mengondisikan sehingga ada keluhan Liga 2 tidak bersih,” urainya. (Red/Ak).

- Advertisement -