Kota Surabaya Raih Juara Umum Kejurprov Kick Boxing Tingkat Jatim

JEMBER – Ambisi Jember sebagai tuan rumah untuk merebut juara pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kick Boxing akhirnya belum kesampaian. Pasalnya, Kota Surabaya yang berhasil meraih Juara Umum pada Kejurprov Kick Boxing tingkat Jawa Timur (Jatim), yang diselenggarakan di Yonif 509 Raider, Jember, Minggu (2/2/2020).

Kejurprov Kick Boxing tersebut digelar mulai 31 Januari hingga 2 Februari 2020. Acara tersebut di ikuti 275 peserta dari kota dan Kabupaten se-Jawa Timur.

Ketua Kick Boxing Indonesia (KBI) Kota Surabaya, Yudhi Sumirto mengatakan bahwa, Surabaya berhasil memboyong 28 medali emas, 28 medali perak, dan 20 medali perunggu. Ia pun sangat mengapresiasi semangat atlit KBI Surabaya.

Baca Juga:  115 Pemanah Berlaga di Liga Pora Opud 2019

“Alhamdulillah, Kick Boxing Indonesia Kota Surabaya berhasil jadi juara umum, ini semua berkat kerjasama yang baik seluruh atlit, anggota, dan pengurus KBI Surabaya, kami akan terus berupaya agar KBI Surabaya nantinya mampu menyumbangkan atlit di kancah nasional maupun internasional. Prestasi ini kami persembahkam untuk warga kota Surabaya,” ungkap Yudhi kepada media, Minggu (2/2/2020).

Menurut Yudhi, keberhasilan KBI Surabaya dalam memboyong juara umum adalah sebuah predikat yang membanggakan.

Dia pun berharap agar Pemerintah utamanya Dinas terkait untuk dapat memberi support kepada Atlit Kick Boxing Kota Surabaya.

Baca Juga:  Logo dan Maskot Porprov Jatim VI 2019 Akan di Launching di Grahadi

“Hasil ini sangat membanggakan untuk warga Surabaya. Harapan saya agar dukungan dan support dari dinas terkait kick boxing Surabaya nantinya bisa lebih maju dan tentunya membanggakan untuk kota Surabaya,” harap Yudhi.

Terpisah, Pelatih Puslatda Kick Boxing Jatim Subiantono mengatakan bahwa, Surabaya sangat layak untuk meraih juara pada Kejurprov Kick Boxing tersebut.

“Sukses yang dicapai Surabaya sebagai juara umum merebut pada kategori musical form atau seni dan fighter tatani (tanding) sangat layak, mengingat olah raga perpaduan dari karate tinju dan seni itu sudah 3 tahun berkembang di Surabaya,” kata Subiantoro mengapresiasi. (AF)