Ketahuan Bawa Sajam, Dua Pemuda Divonis 5 Bulan Penjara

SURABAYA – Dua pemuda Taufik bin Pura dan Moch. Ali bin Madsudi terdakwa kasus kepemilikan senjata tajam (sajam) divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai oleh Cokorda Gede Arthana, masing-masing lima bulan penjara.

“Dianggap meresahkan masyarakat, lantaran telah terbukti membawa senjata tajam (sajam), maka terdakwa dijatuhkan hukuman pidana 5 bulan penjara,” ucap hakim Cokorda saat membacakan amar putusan terhadap dua terdakwa secara bergantian di ruang sidang Sari PN Surabaya, Senin (9/12/2019)

Adapun vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisno dari Kejari Surabaya. Jika sebelum amar putusan dibacakan, JPU menuntut kedua terdakwa selama 8 bulan penjara.

Tanpa banyak pikir, kedua terdakwa itu pun langsung menerima vonis dari hakim.

Baca Juga:  Penyebaran Video Hoaks Kerusuhan AMP Surabaya Divonis 10 Bulan Penjara

“Terima pak hakim,” kata dua terdakwa dihadapan Hakim Cokorda secara bergantian.

Pernyataan serupa dengan kedua terdakwa juga dilontarkan JPU Sukisno.

“Kami juga menerima majelis,” akui JPU Sukisno.

Kasus yang menjerat dua pemuda ini teejadi pada hari Senin, 2 September 2019 sekitar pukul 10.00 WIB, berawal saat itu terdakwa Taufik yang sedang berjualan kasur dengan menggunakan mobil milik bosnya di kawasan Jalan Raya Banyu Urip Surabaya.

Mobil terdakwa menghalangi lapak (stan) milik Moch. Ali (berkas terpisah), maka ditegurlah terdakwa Taufik oleh Moch. Ali agar untuk segera memindahkan mobilnya tersebut. Namun terdakwa Taufik tak mendengarkan teguran tersebut.

Terdakwa Ali kian memberang, lalu mendorong terdakwa Taufik hingga terjatuh. Masih emosi, kemudian Ali mengambil sebilah pisau dan diacung-acungkan ke arah terdakwa Taufik.

Baca Juga:  Terbukti Bersalah, Ahmad Dhani di Vonis 1 Tahun Penjara

Merasa dirinya terancam, terdakwa Taufik pulang kerumah dan membawa pisau sekaligus celurit. Sambil tersulut emosi, sajam yang diselipkan dibalik bajunya Taufik kembali menghampiri terdakwa Ali.

Namun apesnya, sesampainya lapak terdakwa Ali, dia (terdakwa Taufik) melihat disitu sudah ada sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Sawahan. Karena sebelumnya, Polsek Sawahan mendapat informasi kejadian tersebut.

Selanjutnya kedua terdakwa langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Sawahan, guna pemerikasaan lebih lanjut. Perbuatan kedua terdakwa itupun dijerat sebagaimana diatur dalam Undang-undang Darurat Pasal 2 ayat (1) No. 12 tahun 1951 tentang peraturan membawa senjata tajam. (Ady)