Kembali Jadi Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra Diminta Perbaiki Infrastruktur Partai

JAKARTA – Yusril Ihza Mahendra kembali terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Bulan Bintang (PBB) periode 2019-2024. Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) itu terpilih secara aklamasi dalam Muktamar PBB ke-5, yang berlangsung di Hotel Bahamas, Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada Kamis (26/9) kemarin.

Pimpinan pada sidang pleno muktamar PBB ke-5 tersebut adalah, Afriansyah Noor (Ferry Noor), Edy Wahyudin, Dwianto Ananias, Sukmo Harsono, Erly Hasyim, Ahmad Djabid dan Masduki.

Ferry Noor selaku ketua pimpinan sidang menyebutkan bahwa, seluruh DPW PBB se-Indonesia menerima laporan pertanggungjawaban Yusril Ihza Mahendra sebagai Ketum PBB periode 2014-2019. Total ada 34 DPW yang kompak menyatakan ingin Yusril kembali menjadi Ketum PBB.

Baca Juga:  Ciptakan Kader Amanah dan Jujur, PBB Jatim Gelar Konsolidasi dan Pembekalan Caleg

Ferry Noor menjelaskan, sejumlah tugas berat sudah menanti Ketum terpilih. Pihaknya pun meminta Yusril untuk bergerak cepat menjelang pilkada serentak 2020 mendatang. Salah satunya adalah mempersiapkan kepala daerah dengan mengutamakan koalisi pendukung parpol Jokowi.

“PBB dan parpol pendukung lainnya harus bersatu terutama untuk menyamakan visi dan misi kedepan di daerahnya masing-masing,” kata Ferry Noor, di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Untuk jangka panjangnya, lanjut kata Ferry, para jajaran pengurus akan mempersiapkan kader terbaik milik PBB yaitu Yusril Izha Mahendra untuk menyongsong pilpres 2024. Untuk mendukung itu, PBB sendiri akan mempersiapkan seluruh infrastruktur partai.

Pembenahan infrastruktur tersebut, akan dilakukan dari tingkat pusat, provinsi, tingkat kota, kabupaten, hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Karena selama pemantau ini memang lemahnya infrastruktur DPP PBB di daerah masing sangat minim untuk menunjang.

Baca Juga:  Walau Termuda Sebagai Caleg, Muhammad Ilham Muqorrobin Punya Program yang Inovatif

Dengan pembenahan itu, Ferry menyebut pihaknya ingin mendulang suara lebih agar bisa mengisi parlemen. Pasalnya, perolehan tahun 2014 PBB mendapatkan suara 1,8 juta dengan akumulasi 1,4 persen, dan tahun ini memang turun menjadi 1,1.

“Penurunan itu pun disebabkan oleh banyak hal, terutama tidak solidnya pendukung presiden. Ditambah lagi pemilu kemarin serentak sehingga partai tidak kompak dan menyebabkan perpecahan terjadi,” ujar Ferry.

Sementara setelah ditetapkan sebagai Ketum PBB terpilih, Yusril Ihza Mahendra kemudian memilih Kiai Muqoddas sebagai Ketua Mejelis Syura dan Yasin Ardhy sebagai ketua Mahkamah Partai (MP). (Ran).