Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

PURWAKARTA – Perjalanan di Tol Cipularang atau Tol Purbaleunyi KM 91 arah Jakarta pada Senin (2/9) siang berubah menjadi mencekam. Tak ada yang menyangka, perjalanan yang awalnya lancar-lancar saja kemudian menjadi terhambat karena tabrakan beruntun, macet hingga 6 km.

Sekitar pukul 12.43 WIB, terjadi kecelakaan beruntun di titik tersebut. Tak tanggung-tanggung, 21 kendaraan terlibat dalam kecelakaan maut itu. Bahkan, 4 kendaraan di antaranya terbakar.

Api dari kebakaran membumbung begitu tinggi, sehingga menarik perhatian pengendara maupun warga yang melintas. Bahkan, sebagian warganet turut mengabadikannya lewat ponsel mereka.

Dalam video yang dibagikan, berbagai kendaraan terlibat dalam kecelakaan ini. Mulai dari truk, minibus, bus, hingga truk ikut menjadi korbannya. Petugas langsung bergerak mengevakuasi kecelakaan beruntun itu. Mereka fokus menyelamatkan penumpang yang terjebak di dalam mobil maupun truk.

Mobil pemadam kebakaran (damkar) dan ambulans disiagakan untuk membawa korban-korban ke rumah sakit terdekat. Dari hasil evakuasi awal, petugas berhasil mengevakuasi 6 orang tewas dan 8 orang luka-luka.

“Korban meninggal 6 orang. 5 orang sudah hangus, satu meninggal dalam kondisi tidak terbakar,” kata Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Ricky Adi Pratama, dalam keterangan awalnya.

Akibat dari kecelakaan maut, PT Jasa Marga sempat memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow di titik awal KM 93 – KM 90. Pengguna jalan arah Bandung menuju Jakarta sempat diarahkan keluar melalui GT Cikamuning KM 116, dan masuk kembali ke Jalan Tol Purbaleunyi melalui GT Jatiluhur KM 81.

Proses evakuasi juga tak kalah menegangkan, karena tampak ada penumpang yang terjepit di dalam kendaraan yang ringsek. Evakuasi pun turut dibantu oleh warga sekitar.

Baca Juga:  Polda Jabar Tetapkan Dua Tersangka Dalam Tragedi Maut di Tol Cipularang

“Ada pengendara yang terjepit karena ada truk yang ringsek. Ada pengemudi disitu masih evakuasi,” ungkap Ricky.

Kapolda Jabar, Irjen Rudy Sufahriadi (kiri) berada di lokasi kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Purbaleunyi KM 91 arah Jakarta. Foto: Dok. Humas Polda Jabar

Kapolda Jawa Barat Cek Lokasi Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

Di tengah proses evakuasi, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi meninjau langsung lokasi kecelakaan. Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi menduga kecelakaan dipicu dump truck terguling.

“Penyebab kecelakaan ini sedang kita selidiki. Namun di depan kita lihat sebuah dump truk terguling. Patut diduga kemungkinan dump truk ini terguling karena apa mengakibatkan yang belakangnya ngerem dan tabrakan beruntun,” ungkap Rudy.

Sekitar pukul 16.20 WIB, korban tewas dinyatakan bertambah menjadi 9 orang. Empat di antara korban tewas mengalami luka bakar.

“Jumlah korban meninggal 9 orang,” katanya.

Mantan Kakor Brimob Polri itu menuturkan saat ini tim tengah fokus mengevakuasi korban maupun kendaraan yang masih berada di tengah jalan tol. Polisi juga sudah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas agar kepadatan bisa terurai, seperti contraflow.

“Kita sedang rekayasa dan kita sedang lakukan contraflow,” ucap dia.

Tak kurang dari 21 kendaraan terlibat kecelakaan maut di Tol Cipularang. Kendaraan dari mobil, bus hingga truk rusak parah. Sebagian di antaranya terbakar.

Proses evakuasi kendaraan pun berlangsung hingga Senin malam. Sekitar pukul 21.00 WIB, pihak Jasa Marga mencabut contraflow di Tol Cipularang setelah evakuasi selesai.

Kecelakaan di tol Purbaleunyi. Foto: Dok. Polda Jabar

Sebelum Kecelakaan Maut, Sopir Truk Telepon Temannya Sebut Rem Blong

Baca Juga:  Polda Jabar Tetapkan Dua Tersangka Dalam Tragedi Maut di Tol Cipularang

Dalam proses penyelidikan lanjut, Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Ricky Adi Pratama menyebut kecelakaan maut ini disebabkan oleh dua truk yang kehilangan kendali. Menurutnya, peristiwa bermula saat kendaraan jenis dump truck bernomor polisi B 9763 UIT bermuatan tanah melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Namun, secara tiba-tiba truk hilang kendali hingga terbalik.

“Pada saat di lokasi kejadian di jalan lurus menurun (truk) telah hilang kendali kemudian terbalik,” ujar Ricky dalam keterangannya.

Kecelakaan beruntun pun tak dapat dihindarkan saat tiba-tiba datang kendaraan jenis dump truk lainnya, yang menabrak 18 kendaraan yang mengantre akibat truk terbalik.

“Dari arah Bandung menuju arah Jakarta datang kendaraan dump truk B 9410 UIU dan menabrak 18 kendaraan yang berada di lajur lambat dan lajur cepat,” lanjut dia.

Ricky juga mengonfirmasi bahwa jumlah korban luka berat sebanyak 3 orang, dan 25 orang luka ringan.

Tak hanya itu, seorang sopir dump truck bernama Subana yang juga menjadi saksi kecelakaan menceritakan kesaksiannya.

Sesaat sebelum kecelakaan maut terjadi, ia sempat ditelepon rekannya. Saat itu, temannya mengaku truk yang dikendarainya mengalami rem blong.

“Teman saya itu tiba-tiba nyalip saya, terus sekitar tiga menit kemudian dia telepon saya. ‘Mas Ban, rem saya blong. Rem saya blong’,” ungkap Subana kepada wartawan.

Mendengar truk yang dikendarai temannya blong, Subana meminta agar kendaraan dihentikan di bahu jalan. Ia juga meminta temannya untuk banyak berdoa. Namun, truknya tak kunjung berhenti. Kecelakaan pun tak dapat terhindarkan. (KP/Red).