Kapolda Jatim Sebut Peran Eka Deli Jadi Koordinator Artis PT Kam And Kam

SURABAYA – Keterlibatan artis Eka Deli Mardiana alias EDM dalam kasus MeMiles, temui titik terang. Diketahui peran penyanyi dangdut kelahiran Kota Surabaya ini menjadi salah satu koordinator artis di bawah naungan PT. Kam And Kam.

Pada hari ini, Senin (13/1/2020), artis Ibu Kota EDM datangi Ditreskrimsus Polda Jawa Timur untuk penuhi panggilan penyidik sebagai saksi dugaan keterlibatan atas kasus penipuan berkedok investasi bodong MeMiles.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan hanya menjelaskan peran EDM sebagai koordinator. Selebihnya itu, Luki masih enggan menjelaskan lebih gamblang, lantaran hingga saat ini artis EDM dalam pemeriksaan. Untuk keterangan lainnya masih menunggu pemeriksaan selesai.

Baca Juga:  Diperiksa Selama 12 Jam, Polda Jatim Tahan Mak Susi dan SA Terkait Kasus Rasialisme Mahasiswa Papua

“Artis EDM pada kasus ini menjadi koordinator di bawah PT Kam And Kam. Untuk yang lain masih menunggu pemeriksaan selesai,” ujar Luki didamping Dirreskrimsus, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin (13/1).

Menurut Luki, penyidik masih mendalami jumlah artis yang telah direkrut (Artis EDM) untuk bergabung menjadi anggota/member MeMiles. Apakah status EDM bisa jadi tersangka? Kapolda belum bisa memastikannya.

“Tidak menutup kemungkinan ada artis lain yang masuk sebagai member atau korban. Karena dia koordinator artis. Kita belum tau hasil pemeriksaan artis EDM, jadi belum bisa dipastikan,” tandasnya.

Baca Juga:  Susupkan Sabu 15 Kilogram di Jatim, Dua WNA Asal Malaysia Dibekuk Polisi

Selain itu, Luki menambahkan mobil Mitsubishi Pajero milik Eka Deli Mardiana yang diberi oleh PT Kam And Kam sebagai hadiah akan disita.

“Kami prioritaskan kami menarik semua aset dari pada PT Kam And Kam. Saudara EDM semalam menyerahkan mobil ditangani anggota di Jakarta,” pungkas Luki. (Ady)