Kapolda Jatim Sebut Ari Sigit Sebagai Konsultan MeMiles Terima Uang Rp 3 Miliar

SURABAYA – Menurut hasil berita acara pemeriksaan (BAP) Kepolisian tercantum nama Ari Haryo Wibowo Harjojudanto alias Ari Sigit, seorang cucu mantan Presiden Soeharto, masuk dalam skandal kasus investasi bodong MeMiles.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menerangkan adanya aliran dana yang diterima oleh Ari Sigit, yakni sebanyak Rp 3 miliar. Jabatan dimiliki Ari Sigit di Kam And Kam itu adalah sebagai konsultan pada aplikasi MeMiles.

“Untuk bukti pendukung, kita masih mencarinya. Dimana yang bersangkutan (di BAP) menerima aliran dana dan ada hubungan sebagai konsultan,” kata Luki.

Luki juga mengaku pihaknya masih tengah mencari bukti pendukung yang mengaitkan antara Ari Sigit dengan MeMiles dibawah naungan PT Kam And Kam.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Disambut Ribuan Bonek Mania di Stadion Gelora Delta Sidoarjo

“Kita lagi cari bukti-bukti, apakah ada secarik kertas ataupun di dalam struktur ataupun dalam pendirian PT Kam and Kam-nya. Ada tidak surat yang menunjuk secara administrasinya. Tapi secara lisan ada, keterangan,” tandas Luki dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Kamis (23/1/2020).

Apakah Ari Sigit dipanggil penyidik kedua kalinya? Kapolda menegaskan bahwa semua saksi yang pernah diperiksa akan dipanggil atau diperiksa kembali.

“Semua saksi yang sudah kita panggil, bisa dipanggil lagi dalam kasus TPPU-nya (tindak pidana pencucian uang),” ujarnya.

Kasus investasi bodong MeMiles yang diungkap Polda Jatim sejauh ini telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Kamal Tarachan alias KTM (47), Warga Jalan Kintamani Raya Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kemudian, Suhanda alias FS (52), warga Gang Masjid Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Baca Juga:  Diduga Terlibat MeMiles, Empat Artis Bakal Diperiksa Polda Jatim

Selain itu, Martini Luisa alias dokter Eva (54) yang berperan sebagai motivator, koordinator artis dan satu lagi Prima Hendika alias PH (22) yang berperan sebagai IT dan terbaru bernama Sri Wiwit alias SW yang berperan sebagai pengatur reward.

Polisi juga menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp128 miliar, 20 unit mobil, dua sepeda motor, serta puluhan barang elektronik dan beberapa aset berharga lainnya. (Ady)